SUMENEP – Program Sedekah Setiap Hari yang digagas Detikzone.id kembali berlanjut. Memasuki hari ke-72, Rabu (12/8/2026), bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas dan tukang becak di Kabupaten Sumenep.
Gerakan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang disalurkan mungkin tidak besar, tetapi diharapkan dapat meringankan beban penerimanya.
Selama 72 hari berjalan, program ini telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Di antaranya lansia, janda lanjut usia, anak yatim, buruh harian, pemulung, nelayan, pedagang kecil, tukang becak, penyandang disabilitas, hingga keluarga kurang mampu.
Penentuan penerima bantuan dilakukan dengan melihat kondisi warga secara langsung. Detikzone.id berupaya menemukan masyarakat yang dinilai membutuhkan melalui penelusuran di lapangan, bukan sekadar berdasarkan target jumlah penerima.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan keberlangsungan program menjadi hal yang lebih penting dibandingkan sekadar mengejar pencapaian jumlah hari.
Menurut dia, kegiatan berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan secara materi. Hal sederhana yang dimiliki seseorang tetap dapat memberikan manfaat apabila diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya,” ujar Igusty.
Ia menegaskan, perjalanan selama 72 hari bukan menjadi akhir dari program tersebut. Justru, capaian itu menjadi pengingat bahwa masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“Yang kami jaga bukan sekadar angka 72 hari. Yang kami jaga adalah keikhlasan dan konsistensi. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi mereka yang kami temui,” katanya.
Igusty juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan para pihak yang terus memberikan dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, gerakan sosial itu tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu pihak.
“Program ini bukan milik satu orang. Ini perjalanan kita bersama. Setiap dukungan dari keluarga dan orang-orang baik telah menjadi bagian dari kebaikan yang sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.
Program Sedekah Setiap Hari merupakan bagian dari semangat “Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim” yang dikembangkan Detikzone.id. Melalui semangat tersebut, aktivitas media tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Selain sedekah harian, sejumlah kegiatan sosial turut dijalankan, mulai dari santunan anak yatim, bantuan pendidikan dan pengobatan, ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako hingga bantuan untuk warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah menyiapkan program Rumah Makan Gratis yang ditujukan bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Perjalanan 72 hari tersebut menjadi bukti bahwa gerakan sosial dapat dibangun dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Penerima bantuan pun terus berganti, sesuai dengan kondisi masyarakat yang ditemui di lapangan.
Bagi Detikzone.id, inti dari program tersebut bukanlah seberapa besar bantuan yang diberikan maupun seberapa panjang catatan harinya. Yang terpenting adalah menjaga kepedulian agar tetap hadir di tengah masyarakat.
Hari ke-72 telah dilalui. Namun, gerakan berbagi itu masih akan berlanjut dengan sasaran dan cerita yang berbeda.
Dari berbagai sudut Kabupaten Sumenep, Detikzone.id berupaya menjaga satu pesan sederhana: kebaikan tidak harus menunggu berlebih, dan kepedulian dapat dimulai dari apa yang dimiliki.















