SUMENEP, NALARPOS.ID – Kenyamanan warga Sumenep saat menikmati waktu akhir pekan kembali terganggu oleh suara bising kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong.
Suara knalpot berintensitas tinggi itu terdengar di sejumlah kawasan yang menjadi titik berkumpul masyarakat. Aktivitas kendaraan dengan suara memekakkan telinga tersebut dinilai mengganggu warga yang tengah bersantai, terutama pada malam akhir pekan.
Bagi sebagian warga, keberadaan knalpot brong bukan lagi sekadar persoalan modifikasi kendaraan. Suara yang ditimbulkan dianggap telah memasuki ruang kenyamanan publik karena muncul ketika masyarakat sedang beraktivitas di ruang terbuka maupun kawasan pusat keramaian.
Sejumlah pengunjung mengaku memilih menghindari lokasi tertentu ketika suara kendaraan berknalpot brong mulai berseliweran. Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu, terlebih ketika kendaraan melaju secara berkelompok dan suara knalpot terdengar berulang-ulang.
“Kalau sekali dua kali mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau berkali-kali dan suaranya keras, tentu sangat mengganggu,” keluh seorang warga.
Masyarakat berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Penertiban dinilai tidak cukup dilakukan secara insidental, tetapi perlu disertai patroli rutin pada jam dan lokasi yang selama ini menjadi titik berkumpulnya kendaraan berknalpot bising.
Warga juga meminta pengendara tidak mengabaikan hak pengguna jalan dan masyarakat lain untuk mendapatkan suasana yang aman dan nyaman. Modifikasi kendaraan, menurut mereka, semestinya tidak dilakukan dengan mengorbankan kenyamanan orang lain.
Selain penindakan, edukasi kepada para pengendara juga dinilai penting agar penggunaan knalpot sesuai ketentuan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban saat ada razia, tetapi menjadi bagian dari kesadaran berlalu lintas.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Satlantas Polres Sumenep mengenai langkah penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot brong di sejumlah titik keramaian.
Masyarakat kini berharap ada tindakan nyata agar suasana akhir pekan di Sumenep kembali menjadi ruang untuk bersantai, bukan justru terganggu oleh suara kendaraan yang memekakkan telinga.















