SURABAYA, NALARPOS.ID – Pemerintah memastikan seluruh penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa II telah berhasil dievakuasi setelah insiden kebakaran yang terjadi di perairan sekitar Pulau Masalembu. Kementerian Perhubungan kini mengalihkan fokus pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran sekaligus mendukung investigasi penyebab kebakaran.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan berbagai armada negara untuk mempercepat proses penyelamatan, termasuk Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak dan Kapal Negara Kenavigasian KN Masalembo milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak.
Pada Selasa (4/8/2026), KN Masalembo membawa 62 korban dari Pulau Masalembu menuju Surabaya. Dengan evakuasi tersebut, seluruh 238 penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 233 orang dinyatakan selamat, sementara lima korban lainnya meninggal dunia.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan korban, tetapi juga melakukan langkah preventif agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sebagai tindak lanjut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memanggil operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran, untuk menjalani audit terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan. Audit tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap kepatuhan operator dalam memenuhi standar keselamatan pelayaran.
“Kami ingin memastikan seluruh aspek keselamatan diterapkan secara optimal sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Masyhud.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP, operator pelayaran, hingga berbagai armada sipil dan nelayan yang turut membantu proses evakuasi.
Dalam operasi tersebut, sejumlah kapal dikerahkan, di antaranya KRI Nala-363, KN SAR Permadi, KN Masalembo, Meratus Project 3, TB Hasnur, KM Meratus Pematang Siantar, Transco Arafura, Prakarsa Mas, Selaras Mas, Alcon Dahli, SC Aila XVII, Daniel 1, KM Alcon, serta kapal nelayan Sandiwara Cinta.
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan operasi SAR khusus penanganan kebakaran KMP Mutiara Sentosa II telah resmi ditutup dan dialihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan di bawah koordinasi Kantor SAR Surabaya.
Meski demikian, proses investigasi terhadap penyebab kebakaran masih terus berjalan. Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar penyelidikan dapat mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh dan menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi laut di Indonesia.
Masyhud menekankan bahwa budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama. Operator kapal diwajibkan memastikan seluruh proses pemuatan penumpang, kendaraan, maupun barang dilakukan sesuai prosedur, termasuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi laut juga diminta jujur dalam melaporkan barang bawaan serta tidak membawa barang berbahaya tanpa prosedur yang berlaku.
Keselamatan pelayaran hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak mematuhi aturan dan menjalankan tanggung jawabnya masing-masing.















