SUMENEP | NALARPOS.ID — Kehadiran KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III sebagai kapal perintis yang melayani rute Pelabuhan Kalianget menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kapal milik PT Sumekar tersebut memiliki kapasitas minimal 300 penumpang, mampu mengangkut hingga 75 ton barang dan 10 kendaraan.
Melalui dukungan program Tol Laut, KMP DBS III menjadi salah satu sarana transportasi penting yang menghubungkan daratan Sumenep dengan sejumlah wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Sapeken dan Kangean.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat, keberadaan kapal ini juga berperan dalam memperlancar distribusi logistik, menekan disparitas harga kebutuhan pokok, serta menjamin ketersediaan barang bagi masyarakat kepulauan.
Salah satu penumpang asal Sapeken yang baru tiba di Pelabuhan Kalianget usai melakukan pelayaran pada Rabu (3/6/2026), mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan KMP DBS III.
Menurutnya, kapal tersebut menjadi sarana transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat kepulauan karena mampu menghubungkan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Keberadaan KMP DBS III sangat membantu masyarakat Sapeken. Selain memudahkan perjalanan ke daratan, kapal ini juga mendukung kelancaran pengiriman barang kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya KMP DBS III, aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar karena distribusi barang dari dan menuju kepulauan dapat dilakukan secara lebih mudah dan terjangkau.
“Kalau transportasi lancar, kebutuhan pokok juga lebih mudah didapat. Dampaknya tentu sangat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Pihaknya berharap pemerintah dan operator kapal dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan pelayanan yang ada, baik dari sisi jadwal keberangkatan maupun fasilitas bagi penumpang.
“Kami berharap kapal ini terus beroperasi secara maksimal karena sangat dibutuhkan masyarakat kepulauan,” harapnya.
Di tempat yang sama, seorang penumpang asal Kangean juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai KMP DBS III telah menjadi salah satu moda transportasi yang sangat penting bagi warga kepulauan.
Menurutnya, keberadaan kapal tersebut tidak hanya memudahkan perjalanan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.
“Dulu distribusi barang sering terkendala karena keterbatasan transportasi. Sekarang jauh lebih baik karena ada KMP DBS III yang melayani secara rutin,” ungkapnya.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap layanan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan terus diperkuat mengingat wilayah kepulauan sangat bergantung pada konektivitas laut untuk mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan perannya sebagai penghubung utama antara daratan dan kepulauan, KMP DBS III kini menjadi salah satu urat nadi transportasi yang menunjang pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Dyt













