SUMENEP, NALARPOS.ID — Pemerintah daerah menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik agar masyarakat tidak merasa dipersulit ketika mengakses layanan pemerintahan.
Pelayanan publik diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Birokrasi yang berbelit-belit harus dihindari. Sebaliknya, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan yang mudah, ramah, cepat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh aparatur yang menerima amanat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat juga dituntut memiliki sikap profesional, responsif, disiplin, dan santun.
Selain itu, kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Aparatur juga diminta terbuka terhadap kritik yang bersifat konstruktif. Kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan pemerintahan.
Dalam penataan aparatur, saat ini seluruh posisi camat dan sekretaris kecamatan (sekcam) di Kabupaten Sumenep disebut telah terisi.
Sejumlah pejabat yang menempati posisi tersebut antara lain Erfan Effendy sebagai Camat Kalianget, Indra Hernawan sebagai Camat Kota, Kukuh Agus sebagai Camat Gapura, Auzai sebagai Camat Pragaan, serta Ainul Yaqin sebagai Camat Masalembu.
Selain itu, terdapat Slamet Supriyadi yang menempati posisi Kabag Perekonomian, Hendri Hartono sebagai Sekretaris Dinas Perizinan, dan Hery Kushendrawan sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika. Sementara itu, Singgih dipercaya sebagai Kabid Rehabilitasi BPBD.
Untuk posisi sekretaris kecamatan, terdapat Widy Yogatama sebagai Sekcam Guluk-Guluk, Jupri sebagai Sekcam Kalianget, Baharuddin sebagai Sekcam Talango, Rasadi sebagai Sekcam Saronggi, Andy Ricky sebagai Sekcam Bluto, Haryadi sebagai Sekcam Masalembu, serta Syafi’i sebagai sekcam.
Pengisian jabatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal hingga tingkat kecamatan.
Selain posisi camat dan sekcam, sejumlah jabatan struktural lainnya juga telah ditempati.
Di antaranya Idham Chalil sebagai Kabag Penunjang, Lalu Saprul sebagai Kabag Umum, Asfan Effendi sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan, serta dr Erliyati sebagai Wakil Direktur Pelayanan Penunjang.
Kemudian dr As’ad dipercaya sebagai Kabid Medik Keperawatan, Arman Endika sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, dan Syaiful Anwar sebagai Kabag Perencanaan.
Joni menempati posisi Kasubbag Kepegawaian BPBD, Supardi sebagai Kasi, Erfin sebagai Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Kota, Fitri Dwi sebagai Kasubbag Keuangan Dinas Kesehatan, serta Moh Feryadi sebagai Kasi Rekonsiliasi BPBD.
Dengan terisinya sejumlah posisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif.
Pada akhirnya, penataan aparatur bukan sekadar mengisi jabatan, tetapi harus berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Masyarakat diharapkan tidak lagi berhadapan dengan birokrasi yang rumit, melainkan mendapatkan pelayanan yang mudah, ramah, cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.















