DKPP Sumenep Optimalkan Sawah Tadah Hujan untuk Dongkrak Produksi Pangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, NALARPOS.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendorong optimalisasi lahan sawah tadah hujan pada 2026 untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas jangkauan sumber air agar lahan yang belum produktif dapat dimanfaatkan dan indeks pertanaman meningkat.

Ketersediaan air menjadi tantangan utama pengembangan pertanian di Sumenep. Kondisi geografis daerah yang memiliki keterbatasan sumber air membuat pemanfaatan lahan, terutama sawah tadah hujan, belum dapat dilakukan secara optimal.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, perluasan jangkauan air menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung petani dalam mengelola lahan pertanian secara lebih produktif.

“Optimalisasi jangkauan air menjadi salah satu hal penting dalam mendukung pengembangan lahan pertanian. Kami berharap lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dioptimalkan sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan,” kata Chainur.

Menurut dia, ketersediaan air yang memadai juga berpeluang meningkatkan indeks pertanaman, yakni frekuensi penanaman pada lahan dalam satu tahun. Dengan dukungan air yang lebih baik, petani diharapkan memiliki kesempatan untuk menambah musim tanam dengan tetap mempertimbangkan kondisi lahan dan pola musim.

Program optimalisasi sawah tadah hujan tersebut dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis kementerian melalui Keputusan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif berpotensi meningkatkan hasil panen sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

DKPP Sumenep mendorong agar pengembangan lahan pertanian pada 2026 berjalan beriringan dengan pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal. Langkah tersebut dinilai penting karena ketersediaan air merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman pangan, terutama padi.

Melalui optimalisasi sawah tadah hujan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap produksi pangan daerah meningkat secara berkelanjutan. Upaya ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan lahan pertanian dan mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Kucurkan Rp 4,9 Miliar untuk Pertanian, Alsintan Dimodernisasi
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Limbah 60 SPPG, Dorong Pengurangan Sampah ke TPA
Wabup Sumenep Minta ASN Disiplin Tanpa Menunggu Pengawasan
Peringati Hari Jadi dan Hari Santri, Sumenep Gelar Doa Bersama Lewat Al-Waqi’ah
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Sumenep Salurkan Bantuan Sosial kepada Warga
Bayi Laki-laki Ditemukan di Pinggir Jalan Prenduan, Polisi Selidiki Dugaan Penelantaran
Kembali Masuk KEN 2026, Festival Tong-Tong Sumenep Bidik Dampak Ekonomi
Enam Anggota JSI Lulus UKW Unitomo, Seluruh Wartawan Dinyatakan Kompeten
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:52 WIB

DKPP Sumenep Kucurkan Rp 4,9 Miliar untuk Pertanian, Alsintan Dimodernisasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:32 WIB

DKPP Sumenep Optimalkan Sawah Tadah Hujan untuk Dongkrak Produksi Pangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:45 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Limbah 60 SPPG, Dorong Pengurangan Sampah ke TPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Wabup Sumenep Minta ASN Disiplin Tanpa Menunggu Pengawasan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Peringati Hari Jadi dan Hari Santri, Sumenep Gelar Doa Bersama Lewat Al-Waqi’ah

Berita Terbaru

Berita

Wabup Sumenep Minta ASN Disiplin Tanpa Menunggu Pengawasan

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:58 WIB