SUMENEP, NALARPOS.ID – Hasil panen tembakau varietas lokal Prancak 95 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai memasuki tahap pengiriman ke mitra industri.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep melaksanakan pemberangkatan perdana hasil panen tembakau Prancak 95 sebagai bagian dari proses penyerapan hasil produksi petani.
Pengiriman tersebut menjadi salah satu tahapan penting setelah petani menyelesaikan masa panen dan pengolahan tembakau. Hasil produksi yang telah memenuhi proses pascapanen selanjutnya dikirim kepada mitra industri untuk diserap sebagai bahan baku.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan secara umum kondisi musim tembakau tahun ini berjalan cukup baik. Cuaca yang mendukung turut membantu petani dalam proses budidaya hingga penanganan hasil panen.
“Alhamdulillah, kami merasa senang. Cuaca mendukung, harga juga bagus, bersahabat,” kata Chainur Rasyid saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Chainur, kondisi cuaca memiliki pengaruh terhadap kualitas hasil panen tembakau, terutama ketika petani memasuki tahap pengeringan daun.
Cuaca yang relatif mendukung membuat proses pascapanen dapat dilakukan dengan lebih baik. Di sisi lain, harga tembakau yang dinilai cukup bersahabat juga menjadi faktor yang memberikan harapan bagi petani setelah mengeluarkan biaya dan tenaga selama musim tanam.
“Kalau cuaca bagus dan harga juga bagus, tentu petani merasa lebih tenang. Ini yang membuat kami senang melihat kondisi musim tembakau tahun ini,” ujarnya.
Pemberangkatan perdana tembakau Prancak 95 tersebut menjadi penanda bahwa hasil produksi petani mulai bergerak dari sentra produksi menuju mitra industri.
DKPP Sumenep berharap penyerapan hasil panen dapat terus berjalan sehingga tembakau petani tidak berhenti pada tahap panen dan pengeringan, tetapi dapat terserap pasar dengan harga yang tetap menguntungkan.
Bagi petani, keberlanjutan penyerapan hasil produksi menjadi bagian penting dalam menentukan nilai ekonomi dari usaha tani tembakau. Terlebih, biaya produksi yang dikeluarkan selama satu musim cukup besar.
Chainur mengatakan pihaknya berharap kondisi positif yang terjadi pada musim tembakau tahun ini dapat terus dipertahankan hingga seluruh hasil produksi petani terserap.
“Kami berharap kondisi seperti ini bisa terus dipertahankan. Cuaca mendukung dan harga juga bersahabat bagi petani,” katanya.
Dengan dimulainya pengiriman perdana Prancak 95 ke mitra industri, DKPP Sumenep berharap varietas lokal tersebut semakin memiliki ruang dalam rantai pasar tembakau sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani di daerah.















