Emil Dardak Pimpin Elektabilitas  Pilgub Jatim 2029, Achmad Fauzi Masuk Empat Besar

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, NALARPOS.ID – Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru mengenai peta elektabilitas bakal calon Gubernur Jawa Timur 2029 di kalangan pemilih muda. Hasilnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menempati posisi teratas dengan tingkat keterpilihan mencapai 32,1 persen.

Survei dilakukan pada 25 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17–40 tahun di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,8 persen.

Direktur ARCI, Nanang Haromain, mengatakan survei tersebut secara khusus memotret preferensi politik generasi muda, yang diperkirakan menjadi kelompok pemilih dominan pada Pilgub Jawa Timur 2029.

“Emil Dardak memperoleh elektabilitas sebesar 32,1 persen. Di posisi berikutnya ada Lia Istifhama 17,5 persen, Eri Cahyadi 10,3 persen, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo 7,7 persen,” kata Nanang dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2026).

Selain empat nama tersebut, survei juga mencatat Muhammad Fawait meraih elektabilitas 5,8 persen, Muhammad Nur Arifin 5,2 persen, Yuhronur Efendi 4,1 persen, Aditya Halindra Faridzky 3,9 persen, dan Hanindhito Himawan Pratama 2,1 persen.

Sementara itu, 7,1 persen responden memilih tokoh lain, sedangkan 4,2 persen mengaku belum menentukan pilihan.

Nanang menilai keunggulan Emil menunjukkan tingkat popularitas dan penerimaan yang kuat di kalangan generasi muda. Namun, ia menegaskan persaingan menuju Pilgub Jatim 2029 masih sangat terbuka.

“Emil memang unggul cukup jauh dibanding kandidat lain. Tetapi angka itu juga menunjukkan mayoritas responden masih belum berada dalam basis dukungannya, sehingga ruang kompetisi masih sangat terbuka,” ujarnya.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah posisi Lia Istifhama yang menempati urutan kedua meski bukan kepala daerah aktif. Menurut Nanang, capaian tersebut dipengaruhi oleh intensitas komunikasi publik, keterlibatan dalam berbagai organisasi, serta kedekatannya dengan kalangan muda.

Di sisi lain, elektabilitas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang berada di angka 10,3 persen menunjukkan bahwa popularitas di tingkat daerah belum tentu berbanding lurus dengan dukungan di level provinsi.

Sementara itu, masuknya nama Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di posisi keempat dengan elektabilitas 7,7 persen dinilai menjadi sinyal munculnya kekuatan politik baru dari wilayah Madura yang mulai diperhitungkan dalam kontestasi politik Jawa Timur.

Meski demikian, ARCI mengingatkan agar selisih elektabilitas di kelompok kandidat papan tengah dibaca secara hati-hati karena masih berada dalam rentang margin of error. Posisi para kandidat masih sangat mungkin berubah seiring meningkatnya dinamika politik menjelang Pilgub Jatim 2029.

ARCI juga mencatat sebanyak 11,3 persen responden masih memilih tokoh di luar daftar atau belum menentukan pilihan. Angka tersebut menunjukkan preferensi politik generasi muda Jawa Timur masih dinamis.

“Generasi muda mulai membentuk pilihan politik jauh sebelum tahapan Pilgub dimulai. Mereka tidak hanya melihat popularitas, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak, kedekatan dengan masyarakat, serta kemampuan figur membangun komunikasi,” pungkas Nanang.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL
Disdik Sumenep Dorong Pelajar Ikuti Lomba Menulis Surat untuk Bupati
125 Hari Tanpa Jeda, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Berbagi kepada Warga
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Modal Usaha Rp 200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Dugaan Pencabulan Anak di Ruang Guru SD di Sumenep, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Ratusan Karyawan CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Terima BLT DBHCHT Rp600.000
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Disdik Sumenep Dorong Pelajar Ikuti Lomba Menulis Surat untuk Bupati

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:51 WIB

125 Hari Tanpa Jeda, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Berbagi kepada Warga

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Modal Usaha Rp 200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Berita Terbaru