SURABAYA, NALARPOS.ID – Pengamat politik asal Madura, Hamdan Arrosyidi, menilai Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan anggota DPD RI Lia Istifhama memiliki peluang membentuk salah satu poros kuat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029.
Menurut Hamdan, keduanya mempunyai modal politik yang saling melengkapi, baik dari sisi pengalaman pemerintahan, jaringan politik, maupun basis dukungan elektoral.
Ia menjelaskan, Emil Dardak memiliki rekam jejak yang panjang di pemerintahan sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Selain itu, Emil juga memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur, sehingga memiliki akses terhadap jaringan politik yang dinilai strategis menjelang kontestasi politik mendatang.
“Emil memiliki modal politik utama yang sulit diabaikan oleh partai mana pun. Catatan kepemimpinannya di Jawa Timur, ditambah jaringan politik yang luas, menjadi kekuatan tersendiri,” kata Hamdan, Senin (20/7/2026).
Di sisi lain, Lia Istifhama dinilai membawa kekuatan berbeda. Sebagai anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia memiliki basis dukungan yang terbentuk dari hasil Pemilu 2024 serta kedekatannya dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Hamdan menyebut representasi Lia di kalangan Nahdliyin menjadi nilai tambah karena kelompok tersebut merupakan salah satu basis pemilih terbesar di Jawa Timur.
“Lia dianggap memiliki representasi yang kuat di kalangan Nahdliyin. Segmen pemilih ini merupakan salah satu basis terbesar di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Hamdan, apabila dipasangkan, Emil dan Lia berpotensi menjangkau spektrum pemilih yang lebih luas. Emil dinilai memiliki daya tarik di kalangan pemilih muda melalui citra kepemimpinan dan pengalaman birokrasinya, sementara Lia dipandang memiliki kedekatan dengan pemilih perempuan serta komunitas Nahdliyin.
Meski demikian, Hamdan menegaskan bahwa peluang tersebut masih bersifat proyeksi politik. Dinamika menjelang Pilgub Jawa Timur 2029 masih sangat terbuka dan akan dipengaruhi berbagai faktor, terutama arah koalisi partai politik.
Ia menilai, dukungan partai akan menjadi faktor paling menentukan karena menjadi syarat utama bagi setiap pasangan calon untuk dapat maju dalam pemilihan gubernur.
“Pada akhirnya, semua akan bergantung pada konfigurasi koalisi partai politik. Dukungan partai menjadi pintu utama untuk bisa maju dalam Pilgub,” ujar Hamdan.
Hingga saat ini, baik Emil Elestianto Dardak maupun Lia Istifhama belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kemungkinan berpasangan pada Pilgub Jawa Timur 2029. Karena itu, wacana tersebut masih sebatas analisis pengamat terhadap dinamika politik yang mulai berkembang menjelang kontestasi lima tahunan tersebut.














