SUMENEP, NALARPOS.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep mencatat mayoritas indikator mutu pelayanan berada di atas 90 persen sepanjang Semester I 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan rumah sakit untuk memastikan kualitas layanan kesehatan terus meningkat.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, mengatakan indikator mutu merupakan instrumen penting dalam mengukur efektivitas pelayanan sekaligus memastikan keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat.
“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, serta kepuasan masyarakat,” ujar Erliyati, Kamis (16/7/2026).
Menurut dia, publikasi indikator mutu Triwulan I dan II 2026 merupakan bentuk transparansi rumah sakit kepada masyarakat. Data tersebut juga menjadi acuan dalam menilai kinerja setiap unit pelayanan agar terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan.
Pada Triwulan II 2026, kepatuhan tenaga kesehatan dalam menerapkan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Sementara itu, kepatuhan terhadap upaya pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap tercatat sebesar 95,14 persen.
Di sisi lain, kecepatan penanganan pengaduan masyarakat mencapai 89,76 persen. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar keluhan dan masukan dari pasien dapat ditindaklanjuti dalam waktu yang ditetapkan rumah sakit.
Indikator pelayanan lainnya juga menunjukkan hasil positif. Tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) mencapai 76,85 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien (Average Length of Stay/ALOS) selama 5,32 hari.
Pada layanan farmasi, rata-rata waktu penyediaan obat racikan tercatat 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Adapun ketepatan jadwal tindakan operasi mencapai 92,67 persen.
Sementara itu, capaian Triwulan I 2026 menunjukkan kepatuhan penggunaan Formularium Nasional sebesar 95,28 persen. Ketepatan pelaporan hasil laboratorium kritis mencapai 93,62 persen, kepatuhan edukasi pasien sebesar 90,17 persen, serta kepatuhan penerapan hand hygiene mencapai 96,34 persen.
Meski demikian, kepatuhan jam visite dokter spesialis masih berada di angka 87,45 persen. Rumah sakit menyebut indikator tersebut tetap menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.
Erliyati menegaskan, setiap capaian indikator mutu tidak hanya dipandang sebagai angka statistik, melainkan mencerminkan kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Karena itu, evaluasi indikator mutu akan terus dilakukan secara berkala agar setiap unit pelayanan mampu melakukan pembenahan secara berkesinambungan,” kata dia.
Melalui publikasi capaian tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah terus meningkat seiring dengan upaya perbaikan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.














