SUMENEP, NALARPOS.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh warga sekolah mengenakan busana adat Madura pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Ajakan tersebut ditujukan kepada seluruh jenjang pendidikan dasar, mulai dari peserta didik baru, kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah (SM).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, mengatakan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat identitas budaya generasi muda.
Karena itu, menurut dia, pelestarian budaya daerah perlu dikenalkan sejak dini melalui kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Kami mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama melestarikan budaya Madura dengan mengenakan pakaian adat sebagai bentuk rasa bangga dan cinta terhadap budaya daerah,” ujar Iksan dalam keterangannya.
Melalui gerakan bertajuk “Berbudaya Itu Keren!”, Disdik Sumenep ingin menghadirkan suasana berbeda pada pelaksanaan MPLS tahun ini. Selain menjadi bagian dari penyambutan peserta didik baru, penggunaan busana adat diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Madura secara lebih dekat kepada para siswa.
Disdik berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Dengan mengenakan pakaian adat sejak hari pertama MPLS, para pelajar diharapkan semakin memahami bahwa identitas budaya merupakan bagian penting dari karakter bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.














