SUMENEP, NALARPOS.ID — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan perayaan. Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menggelar malam tasyakuran sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat kebangsaan.
Malam tasyakuran yang berlangsung di Lapangan Kesenian Sumekar, Sumenep, Rabu (19/8/2026) malam, dihadiri Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata.
Bupati Fauzi menegaskan, kemerdekaan tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja, pengabdian dan kontribusi bagi masyarakat.
“Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah yang harus kita isi dengan karya nyata, pengabdian, dan kontribusi terbaik untuk kemajuan Sumenep,” kata Bupati Fauzi di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, bentuk perjuangan pada masa kini telah mengalami perubahan. Jika para pahlawan dahulu berjuang menghadapi penjajahan, generasi sekarang menghadapi tantangan melalui jalur pendidikan, pembangunan, kreativitas, inovasi serta pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, Bupati meminta generasi penerus tidak kehilangan semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.
“Generasi penerus harus mampu menerjemahkan semangat perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, serta berbagai kegiatan positif yang membangun masa depan,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan Sumenep tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Peran serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.
“Mengisi kemerdekaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat melalui gotong royong, kepedulian sosial, dan kontribusi sesuai bidang masing-masing,” tegas sosok orang nomor wahid di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut.
Selain pembangunan, Bupati Fauzi mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi. Menurutnya, perbedaan yang ada di tengah masyarakat harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.
“Kita harus menjaga persatuan, toleransi dan gotong royong, karena kemajuan Sumenep akan semakin kuat jika seluruh masyarakat bergerak dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ketua DPC PDI-P tersebut juga mengaitkan semangat kemerdekaan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berkewajiban memastikan pembangunan dan pelayanan publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perjuangan hari ini kita lanjutkan melalui pembangunan, pelayanan publik yang baik, pengabdian, dan kerja keras agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkas Bupati Fauzi.
Malam tasyakuran sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah ikut memeriahkan HUT ke-81 RI. Semarak kemerdekaan terlihat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan mulai tingkat RT, desa, kecamatan hingga kabupaten.
Namun, Bupati berharap kemeriahan tersebut tidak berhenti sebatas hiburan. Setiap kegiatan dalam rangka memperingati kemerdekaan diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan.
Ia juga menilai kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan. Masyarakat pun diajak terus menjaga kerukunan dan menyelesaikan setiap persoalan dengan mengedepankan kebersamaan.
Bagi Bupati Fauzi, HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa perjuangan belum berakhir. Jika generasi terdahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi saat ini adalah menjaga sekaligus mengisinya dengan kerja nyata demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumenep.















