Dr.Intan Kumalasari, M.Pd Jadi Narasumber Diskusi Ilmiah UINSU Medan, Tema“Kupas Tuntas Inklusivitas Kampus: Inklusi atau Ilusi?”

Rabu, 7 Mei 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NALARPOS.ID | MEDAN — Apakah kampus-kampus kita benar-benar ramah terhadap penyandang disabilitas, ataukah inklusivitas hanya sebatas jargon yang indah di atas kertas? Pertanyaan kritis ini menjadi inti dari diskusi ilmiah bertema “Inklusi atau Ilusi? Realita Disabilitas dan Inklusivitas di Kampus” yang digelar pada Selasa, 6 Mei 2025 dikampus II UINSU Medan.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten dari berbagai latar belakang akademik dan organisasi untuk Melengkapi diskusi, salah satu Dosen PTKI yang membidani Sekolah Inklusi yaitu Dr. Intan Kumalasari, M.Pd.I., Dosen STAI Serdang Lubuk Pakam, mengulas tantangan dalam implementasi dunia akademik dan kurikulum inklusif serta peran dosen dalam menciptakan ruang belajar yang setara dan adil apakah sudah berjalan dengan merata.

Dr. Zunidar, M.Pd., Wakil Presiden organisasi inklusi Kopi Pahit, membuka diskusi dengan pemaparan tajam mengenai kesenjangan antara kebijakan inklusi dan praktik nyata di lingkungan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Psikolog, Guru Besar Ilmu Psikologi UIN Sumatera Utara, menyoroti aspek psikologis dan sosial yang dialami mahasiswa penyandang disabilitas.

Beliau menekankan pentingnya empati institusional dan transformasi budaya kampus agar inklusi tidak berhenti pada fasilitas fisik semata.

Diskusi berlangsung hangat dan kritis, dengan audiens yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta aktivis pendidikan.

Beberapa peserta turut berbagi pengalaman nyata tentang minimnya aksesibilitas di kampus, mulai dari infrastruktur yang tidak ramah difabel hingga kurangnya dukungan akademik.

Melalui kegiatan ini, para narasumber sepakat bahwa inklusi sejati menuntut komitmen lebih dari sekadar kebijakan. Dibutuhkan aksi nyata, pendanaan, pelatihan SDM, dan evaluasi berkelanjutan agar kampus benar-benar menjadi ruang belajar yang inklusif bagi semua. (PR)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadi Urat Nadi Transportasi Kepulauan, KMP DBS III Bantu Tekan Disparitas Harga
Gelar Rapat Paripurna, DPRD Sumenep Tetapkan Propemperda Tahun 2026
Sertifikasi Bibit Kelapa Dalam di Sumenep, 348 Ribu Benih Disiapkan untuk Petani Madura
Sidang Sengketa Lahan Jadi Sorotan, PN Sumenep Tegaskan Integritas Peradilan
KMP DBS III Kembali Berlayar, Warga Kepulauan Sumenep Sambut Antusias
Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
APDESI Apresiasi Bupati, Publikasi Desa Dorong Transparansi Gampong
Aklamasi! Syu’aibi Pimpin PAC GP Ansor Talango, Siap Perkuat Kaderisasi dan Ekonomi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:32 WIB

Gelar Rapat Paripurna, DPRD Sumenep Tetapkan Propemperda Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:45 WIB

Sertifikasi Bibit Kelapa Dalam di Sumenep, 348 Ribu Benih Disiapkan untuk Petani Madura

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sidang Sengketa Lahan Jadi Sorotan, PN Sumenep Tegaskan Integritas Peradilan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:37 WIB

KMP DBS III Kembali Berlayar, Warga Kepulauan Sumenep Sambut Antusias

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:28 WIB

Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Berita Terbaru