Lesbumi PCNU Sumenep Dorong Kesenian Jadi Ruang Dakwah dan Produksi Gagasan

Senin, 8 Juni 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, NALARPOS.ID – Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Sumenep menggelar Malem Salekoran bertema “Titik Koma Kesenian Sumenep” di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Minggu (7/6/2026) malam.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tanggal 21 Hijriah itu menjadi ruang diskusi untuk membedah perkembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep.

Acara tersebut dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim dan Tenaga Ahli Bupati Bidang IPTEK dan Kebudayaan, Ibnu Hajar, yang hadir sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, KH Md Widadi Rahim menilai perkembangan kesenian di Sumenep masih banyak bergerak melalui komunitas yang berjalan secara mandiri.

“Kita melihat kesenian di Sumenep ini kadang masih berjalan di ruang masing-masing. Seni rupa punya jalannya sendiri, sastra sendiri, komunitas lain juga begitu. Padahal kalau dirangkul bersama, dampaknya akan lebih besar,” ujarnya.

Menurut Widadi, kesenian dalam perspektif Nahdlatul Ulama tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi, tetapi juga dapat menjadi media dakwah yang menyampaikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Kesenian bagi NU menjadi panggung dakwah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ibnu Hajar menegaskan bahwa perkembangan kesenian dan kebudayaan di Sumenep tidak dapat dipisahkan dari tradisi pesantren yang selama ini menjadi salah satu penyangga kehidupan budaya di daerah tersebut.

“Kalau bicara kesenian Sumenep, kita tidak bisa memisahkannya dari pesantren. Banyak dinamika kebudayaan di daerah ini lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren,” ujar Ibnu.

Ia juga mengulas sejarah terbentuknya Lesbumi di Sumenep yang disebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas Jaringan Seniman Sumenep (JSS), sebuah ruang yang pada masanya mempertemukan para pegiat seni dan budaya.

“Dulu ada ruang yang mempertemukan para seniman, salah satunya JSS. Dari situ kemudian lahir semangat yang ikut menjadi bagian dari tumbuhnya Lesbumi di Sumenep,” katanya.

Ibnu turut menyinggung kiprah Lesbumi pada masa kepemimpinan Ketua PCNU Sumenep KH Ilyasi Siradj. Saat itu, Lesbumi disebut berhasil menerbitkan buku antologi puisi Kampung Indonesia Pasca Kerusuhan melalui penerbit LKiS.

Menurut sastrawan angkatan 1990-an tersebut, Lesbumi perlu terus bergerak secara substantif dan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial.

“Lesbumi ini seperti koki, bumbunya sudah disiapkan para pendahulu. Tinggal bagaimana diolah menjadi sesuatu yang relevan dengan kebutuhan hari ini,” ujarnya.

Ketua Lesbumi PCNU Sumenep Moh Junaidi mengatakan berbagai pandangan yang disampaikan para narasumber akan menjadi bahan evaluasi dan pijakan dalam menjalankan program organisasi ke depan.

“Itu spirit dan perspektif yang harus kami terima sebagai catatan bagaimana Lesbumi akan berjalan ke depan,” kata Junaidi.

Ia menambahkan, kesenian dan kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan atau tontonan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya ide, gagasan, serta karya-karya kreatif.

Karena itu, Lesbumi berupaya memosisikan diri sebagai fasilitator yang turut membangun ekosistem kesenian dan kebudayaan di Sumenep.

“Makanya, Malem Salekoran ini sebagai warisan dari kepengurusan Lesbumi sebelumnya tetap kami adopsi, terutama sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL
Disdik Sumenep Dorong Pelajar Ikuti Lomba Menulis Surat untuk Bupati
125 Hari Tanpa Jeda, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Berbagi kepada Warga
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Modal Usaha Rp 200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Dugaan Pencabulan Anak di Ruang Guru SD di Sumenep, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Ratusan Karyawan CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Terima BLT DBHCHT Rp600.000
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Disdik Sumenep Dorong Pelajar Ikuti Lomba Menulis Surat untuk Bupati

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:51 WIB

125 Hari Tanpa Jeda, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Berbagi kepada Warga

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Modal Usaha Rp 200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Berita Terbaru