Penolakan Massif Akis Jasuli: DPP NasDem Dinilai Abaikan Suara Akar Rumput

Selasa, 10 Juni 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP |SUMEKAR.ID Penunjukan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sumenep terus menuai gelombang penolakan. Setelah aksi protes awal, kini penolakan datang dari kalangan kader, pengurus tingkat kecamatan, hingga tokoh senior partai.

Seorang tokoh pendiri NasDem Sumenep, yang enggan disebutkan namanya, menyayangkan keputusan DPP NasDem.

Ia menilai penunjukan Akis tidak berdasar pada rekam jejak prestasi, melainkan kompromi politik yang mengabaikan kualitas kepemimpinan.

“Kami butuh pemimpin, bukan pengulang sejarah,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).

Ketua DPC NasDem Kecamatan Pragaan, Anasrullah, juga menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, keputusan tersebut telah mencederai nilai-nilai kolektif partai dan merusak citra NasDem di mata publik.

“Ini seperti menjadikan partai sebagai tempat parkir ambisi pribadi. Padahal NasDem adalah kendaraan perubahan bersama,” kata Anas.

Ia juga mengkritik kinerja Akis semasa menjabat sekretaris DPD, yang dianggap gagal mengonsolidasikan kekuatan partai dalam dua Pemilu terakhir.

“Selama dua periode di DPRD, kontribusinya minim. Transparansi dana kampanye juga menjadi sorotan serius,” tambah Anas.

Penolakan serupa datang dari Komandan Garda NasDem Sumenep, Moh Hosen. Ia mengaku heran dengan keputusan DPP yang menunjuk Akis, padahal menurutnya Akis sudah lama tak aktif di internal partai.

“Saya sudah 11 tahun tidak pernah dihubungi atau bertemu Akis, meskipun dulu dia sekretaris DPD,” ucapnya.

Pengurus DPD NasDem Sumenep lainnya, Ramdan Yanuaris Salam, juga mempertanyakan penunjukan tersebut.

“Jika yang gagal justru naik jabatan, bagaimana dengan kader muda yang diam-diam bekerja membangun partai?” ujarnya.

Ramdan menilai, gelar akademik yang dimiliki Akis tidak otomatis menjamin kepemimpinan yang efektif.

“Buku Akis soal Laut Cina Selatan tidak menyelesaikan persoalan struktural di Talango atau Manding,” sindir salah satu kader muda.

Penolakan semakin menguat dengan pernyataan dari Koalisi Kader Pro Perubahan DPD NasDem Sumenep, yang menyerukan agar partai kembali ke jalur rasional dan meritokratis.

“Kami ingin partai kembali ke idealisme, bukan logika balas budi,” tegas salah satu pendiri NasDem Sumenep.

Sebagian kader bahkan menyatakan siap mengundurkan diri jika penunjukan Akis tetap dipaksakan. Meski demikian, mereka tetap menyatakan rasa hormat kepada Koordinator NasDem Madura Raya, H. Slamet Junaidi, yang juga Bupati Sampang.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskusi Buku “Masalembu: Suara dari Laut Seberang” Menggugat Stereotip dan Menghadirkan Perspektif Kepulauan
Sampang Berpotensi Masuk Daerah Penghasil Migas, Posisi Lapangan Hidayah
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Lewat Karya
HUT ke-81 RI, DKPP Sumenep Dorong Pertanian Jadi Kekuatan Utama Kedaulatan Pangan
Pasien SM Meninggal Usai Berobat, Dugaan Keracunan Obat Belum Terbukti
HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Persatuan
Salawat Nabi dan Indonesia Raya Menggema di Taneyan Lanjang Pocang Temor
Dikukuhkan, Paskibraka Sumenep 2026 Diminta Tak Sekadar Jadi Petugas Upacara
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Diskusi Buku “Masalembu: Suara dari Laut Seberang” Menggugat Stereotip dan Menghadirkan Perspektif Kepulauan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Sampang Berpotensi Masuk Daerah Penghasil Migas, Posisi Lapangan Hidayah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Lewat Karya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

HUT ke-81 RI, DKPP Sumenep Dorong Pertanian Jadi Kekuatan Utama Kedaulatan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Pasien SM Meninggal Usai Berobat, Dugaan Keracunan Obat Belum Terbukti

Berita Terbaru