Skandal Bos Konter HP di Sumenep: Dugaan Pelecehan Seksual Terungkap dari Kesaksian Pegawai

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP | NALARPOS.IDDugaan skandal pelecehan seksual yang melibatkan seorang bos konter HP ternama di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu kehebohan publik.

Kasus ini mencuat setelah seorang mantan pegawai perempuan, Melati (nama samaran), memberanikan diri untuk bersuara dan membongkar perlakuan tak senonoh yang ia alami selama bekerja.

Pengakuan Melati, yang kini tersebar dalam bentuk rekaman, mengungkap sisi gelap dari bos konter berinisial Sugiono (nama samaran), yang selama ini dikenal religius dan sabar.

Namun di balik citra tersebut, Melati menyebut sang bos memiliki perilaku yang sangat tidak pantas.

“Saya tidak menyangka orang yang saya anggap sabar ternyata seperti itu,” ucap Melati dalam rekaman.

Ia juga menuturkan bahwa Sugiono sempat mengaku kepada seorang karyawan lain, sebut saja N, bahwa perlakuan yang ia lakukan terhadap Melati hanyalah “Sebuah Tes.”

“Katanya Mas Sugiono cerita ke Mbak N, cuma ngetes saya saja,” imbuhnya dengan suara sedih.

N, yang hingga kini masih aktif sebagai karyawan dan dikenal sebagai orang kepercayaan Sugiono, juga turut memberikan kesaksian mengejutkan.

Ia mengungkap bahwa bosnya itu beberapa kali bercerita kepadanya soal pengalaman menggoda pegawai perempuan, termasuk Melati.

Dalam sebuah video yang telah dikantongi redaksi, N menyebut Sugiono pernah menawarkan uang Rp1 juta kepada Melati sebagai imbalan atas permintaan tidak senonoh.

“Dia bilang awalnya Melati tidak mau, tapi belakangan berubah pikiran. Katanya itu cuma cerita ke saya karena saya dekat dengan dia,” kata N.

Lebih lanjut, N juga membeberkan bahwa Sugiono pernah mencoba mendekati pegawai baru berinisial T, bahkan mengajaknya ke hotel dengan dalih survei cabang usaha.

“Anak-anak toko sering cerita ke saya, termasuk T. Katanya diajak ke hotel oleh Sugiono. Saya sendiri bingung karena mereka semua memilih cerita ke saya, jadi saya harus menyimpan rahasia dari banyak orang,” ujar N.

N juga mengaku bahwa Sugiono tak pernah berani mendekatinya karena merasa N terlalu kuat secara karakter.

“Katanya dia gak berani ngajak saya karena katanya dari wajah dan bicara saya sudah kelihatan beda,” tutur N.

Menurut pengakuannya, Sugiono selalu meminta agar Melati tidak ditekan atau diperlakukan keras karena khawatir akan membuka semua aib ke keluarganya.

Sugiono disebut menyalahkan Melati karena dianggap telah memberikan respons positif atas ajakan awal yang disebutnya sebagai “cuma ngetes”.

“Dia bilang Melati salah karena mau. Awalnya cuma ngetes, tapi karena dia mau, akhirnya diteruskan,” ungkap N.

Sementara itu, sejumlah aktivis perempuan di Sumenep mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Ini jelas bentuk pelecehan seksual terselubung. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tegas Siti Nurhasanah, aktivis perlindungan perempuan Madura.

Dukungan terhadap korban juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang menilai kasus ini sebagai tamparan keras bagi dunia kerja, khususnya di sektor informal yang minim pengawasan.

Jika kasus semacam ini dibiarkan, mereka khawatir praktik amoral seperti ini akan menjalar ke tempat-tempat kerja lainnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Sumber Berita: nusainsider.com

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Catat Mayoritas Indikator Mutu di Atas 90 Persen pada Semester I 2026
MR Ball dan JBL Buktikan Eksistensi, Rayakan Anniversary Bersama Mitra dan Pelanggan
Maharaya Festival Sumenep Hadirkan Panggung Tari Sepanjang 1,5 Kilometer
Bupati Sumenep Kukuhkan 25 Pejabat Administrator, Perkuat Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik
Rubaru Agro Fest 2026 Jadi Etalase Pertanian Sumenep, Pemkab Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
BIP Klarifikasi Polemik Bantuan Rp 2 Miliar untuk Griya Lansia Malang, Sebut Tak Pernah Membatalkan Komitmen
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Tembakau Rp 2,1 Miliar kepada 20 Kelompok Tani
Tiga Rumah dan Kandang Sapi di Sumenep Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 150 Juta
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:45 WIB

RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Catat Mayoritas Indikator Mutu di Atas 90 Persen pada Semester I 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:34 WIB

MR Ball dan JBL Buktikan Eksistensi, Rayakan Anniversary Bersama Mitra dan Pelanggan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:06 WIB

Maharaya Festival Sumenep Hadirkan Panggung Tari Sepanjang 1,5 Kilometer

Senin, 13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bupati Sumenep Kukuhkan 25 Pejabat Administrator, Perkuat Kinerja Birokrasi dan Pelayanan Publik

Senin, 13 Juli 2026 - 10:41 WIB

Rubaru Agro Fest 2026 Jadi Etalase Pertanian Sumenep, Pemkab Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru