Membedah Masa Depan Sumenep: Bappeda dan Mahasiswa Bahas Arah Pembangunan

Senin, 26 Januari 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | NALARPOS.ID — Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar sarasehan bertema “Membedah Arah Pembangunan Kabupaten Sumenep” sebagai ruang dialog strategis membahas arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Potret Koneng, Selasa (26/1/2026), tersebut menghadirkan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, sebagai salah satu pemateri utama.

Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan perspektif pemerintah daerah dan mahasiswa dalam merumuskan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dalam pemaparannya, Arif Firmanto menjelaskan arah pembangunan daerah beserta berbagai program strategis yang telah dan akan dilaksanakan guna mendorong kemajuan Kabupaten Sumenep di berbagai sektor pembangunan.

Ia menekankan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil keselarasan antara arah kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.

Sinkronisasi tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pembangunan secara menyeluruh.

Menurutnya, keselarasan perencanaan itu turut berkontribusi pada upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, yang selama ini menjadi tantangan sekaligus karakter khas Kabupaten Sumenep.

“Pada akhirnya, perencanaan bukan sekadar dokumen, tabel indikator, atau angka-angka target yang tertulis rapi. Ini adalah ikhtiar sadar manusia untuk menata masa depan. Ketika hari esok belum pasti, maka harapan harus terus diperjuangkan,” ujar Arif Firmanto di hadapan peserta sarasehan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perencanaan merupakan jembatan penting menuju masa depan pembangunan daerah yang lebih cerah. Menurutnya, perencanaan harus mampu menyeimbangkan antara realitas yang ada dengan cita-cita yang ingin diwujudkan.

“Perencanaan adalah seni menyeimbangkan realitas dan cita-cita. Terlalu ideal, ia rapuh. Terlalu pragmatis, ia kehilangan jiwa. Di antara keduanya, perencanaan menemukan maknanya, yaitu sebagai jembatan antara apa yang ada dan apa yang seharusnya,” pungkasnya.

Sarasehan ini mendapat respons positif dari Aliansi BEM Sumenep sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal dan memberikan kontribusi pemikiran terhadap arah pembangunan daerah ke depan.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kembali Masuk KEN 2026, Festival Tong-Tong Sumenep Bidik Dampak Ekonomi
Enam Anggota JSI Lulus UKW Unitomo, Seluruh Wartawan Dinyatakan Kompeten
29 dari 30 Peserta UKW Unitomo Surabaya Dinyatakan Kompeten
Polisi Ungkap Kasus Sabu di Saronggi Sumenep, Dua Pria Diamankan
FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Komunikasi Krisis
Diduga Aniaya Istri dan Ancam Bunuh Anak, Pria di Sumenep Diamankan Polisi
Diikuti 119 Pelajar, Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep Dorong Kompetensi Siswa SMA/MA
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:26 WIB

Kembali Masuk KEN 2026, Festival Tong-Tong Sumenep Bidik Dampak Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Enam Anggota JSI Lulus UKW Unitomo, Seluruh Wartawan Dinyatakan Kompeten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:31 WIB

29 dari 30 Peserta UKW Unitomo Surabaya Dinyatakan Kompeten

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polisi Ungkap Kasus Sabu di Saronggi Sumenep, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Komunikasi Krisis

Berita Terbaru