Diterpa Isu Tak Sedap, UNIBA Madura: Kami Junjung Profesionalisme

Selasa, 18 Maret 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | NALARPOS.IDUniversitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, transparan, dan berintegritas.

Pernyataan ini disampaikan oleh Humas UNIBA Madura, Ainur Rofiqi, dalam konferensi pers yang berlangsung di ruang pertemuan VIP kampus pada Selasa (18/03/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) I, Budi Siswanto, serta divisi hukum universitas. Dalam kesempatan tersebut, Ainur Rofiqi menjelaskan bahwa konferensi pers digelar untuk menanggapi berbagai isu yang beredar di tengah masyarakat.

Ia mengimbau agar publik tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta kepada seluruh pihak untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya dan memastikan validitasnya sebelum menyebarkan,” ujar Rofiqi dalam konferensi pers, Selasa (18/03/2025).

Ia menekankan pentingnya klarifikasi sebelum menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Salah satu isu yang mencuat di publik adalah terkait kehidupan pribadi Rektor UNIBA Madura. Menanggapi hal tersebut, pihak universitas menegaskan bahwa semua kebijakan akademik, termasuk pengangkatan dosen, dilakukan secara profesional dan transparan sesuai standar yang berlaku di institusi akademik.

“Proses pengangkatan dosen baru dilakukan melalui mekanisme yang ketat, melibatkan Manajer Akademik, dosen senior, serta bagian kepegawaian,” jelas Rofiqi.

Rofiqi sapaan akrabnya memastikan bahwa semua keputusan di lingkungan kampus dibuat berdasarkan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.

Terkait isu pribadi yang menyeret nama rektor, UNIBA Madura menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak atas kehidupan pribadinya, selama tidak melanggar peraturan yang berlaku. Keputusan pribadi, seperti pernikahan, harus sesuai dengan hukum serta mendapat persetujuan dari pihak-pihak terkait.

“Jika ada keputusan pribadi seperti pernikahan, tentu itu dilakukan sesuai dengan hukum dan mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang berkepentingan,” tambahnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak mencampuradukkan hal-hal yang bersifat pribadi dengan urusan akademik universitas.

Lebih lanjut, Rofiqi membantah berbagai rumor yang beredar di masyarakat. Salah satu isu yang mencuat adalah adanya seorang perempuan yang mengaku sebagai istri rektor, kepemilikan aset yang tersebar di berbagai tempat, serta dugaan bahwa rektor kerap mengantar-jemput seorang dosen perempuan.

“Semua itu tidak benar. Isu-isu tersebut hanyalah hoaks yang tidak berdasar,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penyebaran berita yang tidak terverifikasi dapat merugikan banyak pihak dan menciptakan persepsi negatif terhadap institusi pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas juga mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Menurutnya, penyebaran isu yang tidak benar dapat merugikan banyak pihak, termasuk sivitas akademika yang sedang berusaha menjaga integritas institusi.

“UNIBA Madura akan terus menjaga komitmen terhadap transparansi dan profesionalisme. Kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Rofiqi.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat. UNIBA Madura tetap berkomitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif serta menjaga reputasi institusi dari isu-isu yang tidak berdasar.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Sumenep Dorong Kemajuan Teknologi Digital Lewat RME
Gelar Rapat Paripurna, DPRD Sumenep Tetapkan Propemperda Tahun 2026
Sertifikasi Bibit Kelapa Dalam di Sumenep, 348 Ribu Benih Disiapkan untuk Petani Madura
Kasus Arisan Get di Sumenep Berujung Laporan Polisi, Pelapor Klaim Diperas Rp120 Juta
Sidang Sengketa Lahan Jadi Sorotan, PN Sumenep Tegaskan Integritas Peradilan
KMP DBS III Kembali Berlayar, Warga Kepulauan Sumenep Sambut Antusias
Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
APDESI Apresiasi Bupati, Publikasi Desa Dorong Transparansi Gampong
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:03 WIB

Komisi IV DPRD Sumenep Dorong Kemajuan Teknologi Digital Lewat RME

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:32 WIB

Gelar Rapat Paripurna, DPRD Sumenep Tetapkan Propemperda Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:45 WIB

Sertifikasi Bibit Kelapa Dalam di Sumenep, 348 Ribu Benih Disiapkan untuk Petani Madura

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:41 WIB

Kasus Arisan Get di Sumenep Berujung Laporan Polisi, Pelapor Klaim Diperas Rp120 Juta

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sidang Sengketa Lahan Jadi Sorotan, PN Sumenep Tegaskan Integritas Peradilan

Berita Terbaru