Dinkes Pamekasan Klarifikasi RS Larasati, Pasien yang Hendak Dirujuk ke Surabaya Justru Jalani Operasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifuddin.

Foto. Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifuddin.

PAMEKASAN | NALARPOS.ID Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan memanggil jajaran direksi RS Larasati beserta dokter yang menangani pasien Salamah (30), warga Desa Rekkerrek, Kecamatan Proppo, untuk meminta klarifikasi terkait dugaan malapraktik yang saat ini tengah ditangani Satreskrim Polres Pamekasan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan sekaligus untuk memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai kronologi penanganan medis terhadap pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifuddin, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan langsung dari manajemen rumah sakit dan dokter yang menangani pasien guna memastikan seluruh prosedur pelayanan kesehatan telah dijalankan sesuai ketentuan.

“Kami sudah memanggil direksi RS Larasati beserta dokter yang menangani pasien untuk menjelaskan kronologi penanganan yang dilakukan,” ujarnya.

Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa sebelum menjalani operasi di RS Larasati, Salamah lebih dahulu menjalani pemeriksaan di RSUD Smart Pamekasan.

Saat itu, pasien disarankan melanjutkan penanganan medis ke rumah sakit di Surabaya melalui mekanisme rujukan.
Namun, sebelum keberangkatan ke Surabaya, pasien memutuskan berkonsultasi dengan dokter lain di Pamekasan.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, pasien kemudian menjalani tindakan operasi di RS Larasati.

Berdasarkan penjelasan yang diterima Dinkes, tindakan operasi tersebut dilakukan setelah adanya persetujuan dari pasien maupun keluarganya.

Saifuddin menegaskan, setiap tindakan operasi di rumah sakit pada prinsipnya tidak dapat dilakukan tanpa adanya informed consent atau persetujuan dari pasien maupun keluarga.

“Ketika pasien atau keluarga setuju dilakukan tindakan, maka pihak RS Larasati melakukan tindakan. Itu merupakan solusi yang diberikan dokter karena pasien saat itu mengeluhkan kesakitan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam praktik kedokteran setiap dokter memiliki clinical judgment atau pertimbangan profesional yang dapat berbeda dalam menentukan metode penanganan terhadap pasien sesuai kondisi medis yang dihadapi.

Meski demikian, Dinkes Pamekasan tetap melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut sembari menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
Saat ini, pasien diketahui telah kembali dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk menjalani penanganan lanjutan.

Berdasarkan informasi yang diterima Dinkes, kondisi pasien terus menunjukkan perkembangan yang membaik.

“Pasien juga sudah dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan saat ini kondisinya dalam proses perbaikan,” tandas Saifuddin.

Sementara itu, dugaan malapraktik yang dilaporkan pihak keluarga masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim Polres Pamekasan.

Hasil pemeriksaan dari aparat penegak hukum nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran dalam penanganan medis terhadap pasien tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JSI Beri Kejutan Ulang Tahun ke-56 Direktur RSUD Sumenep, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Emil Dardak Pimpin Elektabilitas  Pilgub Jatim 2029, Achmad Fauzi Masuk Empat Besar
Semarak Dies Natalis ke-45, Unitomo Friendship Run 2026 Gaungkan Semangat Kebersamaan
Kasus Dugaan Malapraktik Dokter Tatik Sulistyowati Mulai Ditindaklanjuti Polisi
APHT Guluk-Guluk Mulai Gerakkan Ekonomi Warga, UMKM Tumbuh dan Aktivitas Perdagangan Meningkat
Bupati Sumenep Lantik 31 Pejabat Administrator, Fauzi Tekankan Integritas dan Budaya Kerja Produktif
Bupati Sumenep Rotasi Sejumlah ASN, Fauzi: Pejabat yang Tak Berkinerja Akan Dievaluasi dalam Enam Bulan
Pengamat: Duet Emil Dardak–Lia Istifhama Berpotensi Jadi Poros Pilgub Jatim 2029
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:35 WIB

Dinkes Pamekasan Klarifikasi RS Larasati, Pasien yang Hendak Dirujuk ke Surabaya Justru Jalani Operasi

Senin, 27 Juli 2026 - 20:45 WIB

JSI Beri Kejutan Ulang Tahun ke-56 Direktur RSUD Sumenep, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:52 WIB

Emil Dardak Pimpin Elektabilitas  Pilgub Jatim 2029, Achmad Fauzi Masuk Empat Besar

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:04 WIB

Semarak Dies Natalis ke-45, Unitomo Friendship Run 2026 Gaungkan Semangat Kebersamaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:07 WIB

APHT Guluk-Guluk Mulai Gerakkan Ekonomi Warga, UMKM Tumbuh dan Aktivitas Perdagangan Meningkat

Berita Terbaru