Bappeda Sumenep Siapkan Langkah Strategis Jaga Pangan dan Stabilitas Ekonomi

Jumat, 20 Juni 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Bappeda Sumenep, Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU

Foto. Kepala Bappeda Sumenep, Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU

SUMENEP | NALARPOS.ID Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memberi perhatian serius pada isu pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Keduanya kini ditetapkan sebagai agenda prioritas strategis pada pertengahan tahun 2025.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengungkapkan pihaknya sedang menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029.

Dokumen ini akan menjadi pedoman lintas sektor untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan distribusi pangan bergizi secara merata, termasuk bagi masyarakat kepulauan yang selama ini kerap tertinggal.

“Inflasi tidak bisa dikendalikan oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama dalam memperkuat sistem pangan dan distribusinya,” kata Arif, Jumat (20/6/2025).

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, inflasi provinsi hingga Mei 2025 tercatat sebesar 1,22 persen.

Meski tergolong stabil, Arif mengingatkan bahwa Sumenep harus tetap waspada karena tantangan geografis dan ketergantungan distribusi antarpulau dapat memicu ketimpangan harga.

Menurutnya, komoditas pangan merupakan penyumbang utama inflasi di daerah. Karena itu, penguatan produksi pangan lokal dan perbaikan rantai distribusi menjadi fokus utama Bappeda dalam waktu dekat.

“Bappeda menginisiasi sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kesehatan. Program pangan bergizi tidak hanya harus tersedia, tetapi juga harus terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Bappeda juga memprioritaskan pengurangan disparitas harga antara wilayah daratan dan kepulauan, yang hingga kini masih menjadi persoalan klasik dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat kepulauan.

Tak hanya sektor pangan, Bappeda mendorong penguatan struktur ekonomi daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak dan retribusi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas fiskal dan mempertahankan daya beli masyarakat.

“Jika daya beli masyarakat tetap stabil dan kekuatan fiskal daerah terjaga, maka pembangunan di Sumenep bisa berjalan secara berkelanjutan,” pungkas Arif Firmanto.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasien SM Meninggal Usai Berobat, Dugaan Keracunan Obat Belum Terbukti
HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Persatuan
Salawat Nabi dan Indonesia Raya Menggema di Taneyan Lanjang Pocang Temor
Dikukuhkan, Paskibraka Sumenep 2026 Diminta Tak Sekadar Jadi Petugas Upacara
Gebyar Karaoke 2026 Warnai Perayaan HUT RI ke-81 di DPUTR Sumenep
Poli Urologi RSUDMA Sumenep Kini Layani Pasien BPJS
Polresta Sumenep Raih Predikat Pelayanan Prima, Bukti Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
Bukan Sekadar Menghitung Hari, Detikzone.id Terus Tebar Kebaikan di Sumenep
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Pasien SM Meninggal Usai Berobat, Dugaan Keracunan Obat Belum Terbukti

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Persatuan

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Salawat Nabi dan Indonesia Raya Menggema di Taneyan Lanjang Pocang Temor

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Dikukuhkan, Paskibraka Sumenep 2026 Diminta Tak Sekadar Jadi Petugas Upacara

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Poli Urologi RSUDMA Sumenep Kini Layani Pasien BPJS

Berita Terbaru