SUMENEP, NALARPOS.ID — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp705.683.000 untuk pembangunan Jembatan Matanair di Kecamatan Rubaru.
Berdasarkan dokumen Ringkasan Kontrak Kerja Konstruksi yang diterbitkan Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota.
Dalam dokumen tersebut, paket pekerjaan tercatat sebagai Pembangunan Jembatan Matanair Kecamatan Rubaru, dengan lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.
Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada CV Putri Kembar sebagai penyedia jasa. Kontrak menggunakan jenis harga satuan dengan nomor 600.1.10/67469115/KTR-14/108.3/2026.
Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 18 Agustus 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp705.683.000. Mekanisme pembayaran dilakukan secara bulanan atau Monthly Certificate.
Sementara itu, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) memiliki nomor 600.1.10/67469115/SPMK-14/108.3/2026 dan diterbitkan pada tanggal yang sama, yakni 18 Agustus 2026.
Ditargetkan Rampung November 2026
Pembangunan Jembatan Matanair memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender. Berdasarkan dokumen kontrak, pekerjaan ditargetkan selesai paling lambat pada 25 November 2026.
Setelah pekerjaan selesai, penyedia jasa juga memiliki kewajiban pemeliharaan selama 360 hari kalender sebagaimana tercantum dalam ringkasan kontrak.
Dokumen kontrak tersebut ditandatangani di Sumenep pada 18 Agustus 2026 oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ir. Eri Susanto, M.Si, yang tercatat sebagai Pembina Utama Muda/(IV/c).
Pembangunan Jembatan Matanair menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan di bawah kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten/kota Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Bagi warga, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat segera rampung sehingga aktivitas dan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal.
“Semoga pembangunan jembatan ini segera selesai, agar perjalanan kembali normal seperti sedia kala,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.















