JSI Apresiasi Petugas Kebersihan DLH Sumenep, di Balik Meriahnya Festival Ada Kerja Keras Mereka

Minggu, 6 September 2026 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, NALARPOS.ID — Di tengah berbagai aktivitas masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ada pekerjaan yang kerap luput dari perhatian.

Saat masyarakat menikmati ruang publik, menghadiri berbagai kegiatan, hingga larut dalam kemeriahan sebuah acara, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep justru berada di lapangan untuk memastikan lingkungan tetap bersih.

Mereka menyapu jalan, mengumpulkan sampah, mengangkutnya, hingga membersihkan kembali lokasi kegiatan setelah digunakan masyarakat.

Pekerjaan tersebut tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan besar. Setiap hari, para petugas harus berhadapan dengan sampah yang muncul dari berbagai aktivitas masyarakat.

Beban pekerjaan para petugas kebersihan semakin bertambah ketika sebuah kegiatan menghadirkan kerumunan masyarakat dalam jumlah besar.

Hal itu salah satunya terlihat dalam Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026. Ketika masyarakat menikmati pertunjukan, petugas kebersihan DLH Sumenep tetap bekerja mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari botol plastik, kemasan makanan, kertas hingga sampah lainnya.

Namun, Festival Musik Tongtong bukan satu-satunya kegiatan yang membutuhkan tenaga mereka.

Berbagai event daerah, festival, pertunjukan dan kegiatan masyarakat di ruang publik hampir selalu membutuhkan kehadiran petugas kebersihan.

Mereka datang bukan untuk menikmati keramaian, melainkan memastikan kegiatan tersebut tidak meninggalkan persoalan sampah.

Sekretaris Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Toifur, memberikan apresiasi terhadap dedikasi para petugas kebersihan DLH Sumenep.

Menurut dia, pekerjaan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus kebersihan lingkungan di Kabupaten Sumenep.

“Menurut saya, mereka ini adalah mujahid lingkungan. Hampir setiap saat mereka bekerja menjaga kebersihan,” ujar Toifur.

Menurutnya, ketika masyarakat sedang menikmati sebuah kegiatan, para petugas kebersihan justru memikirkan kondisi lingkungan setelah kegiatan selesai.

“Ketika masyarakat sedang menikmati kegiatan, mereka justru memikirkan bagaimana setelah kegiatan itu selesai lingkungannya tetap bersih,” katanya.

Toifur menilai keberadaan petugas kebersihan sering kali baru dirasakan ketika lingkungan mulai kotor.

Padahal, kata dia, kondisi lingkungan yang bersih dan tertata tidak terlepas dari tenaga dan waktu yang dicurahkan para petugas di lapangan.

“Event boleh ramai, masyarakat boleh menikmati hiburan, tetapi jangan lupa ada orang-orang yang bekerja di tengah dan setelah keramaian itu,” ujarnya.

Toifur menegaskan, apresiasi kepada petugas kebersihan tidak seharusnya hanya diberikan ketika mereka bertugas dalam event besar.

Sebab, pekerjaan menjaga kebersihan berlangsung setiap hari dan menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan hanya saat Festival Tongtong. Setiap hari mereka bekerja. Ketika ada event, pekerjaannya tentu semakin berat karena volume sampah juga bertambah,” kata dia.

Dia juga mengajak masyarakat ikut membantu meringankan pekerjaan petugas kebersihan.

Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan fasilitas umum.

“Kalau masyarakat ikut menjaga kebersihan, pekerjaan mereka tentu akan lebih ringan. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Di balik ramainya berbagai kegiatan di Sumenep, para petugas kebersihan tetap bekerja dalam senyap.

Ketika panggung telah selesai, kerumunan mulai bubar dan masyarakat berangsur pulang, mereka masih berada di lapangan untuk memastikan tidak ada sampah yang tersisa.

Bagi masyarakat, mungkin yang terlihat hanyalah lingkungan yang kembali bersih. Namun, di balik kondisi tersebut terdapat kerja keras para petugas yang setiap hari memastikan Sumenep tetap nyaman bagi masyarakat maupun para pengunjung.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas DLH Sumenep Ikuti Rute Festival Tongtong, Bersihkan Sampah hingga Pagi
Baladewa Sabet Juara Umum Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026
Ansor Talango Gelar Maulid Nabi dan Dialog Interaktif, Rasidi Dorong Anak Muda Lebih Kreatif dan Produktif
Bappeda Sumenep Kembali Raih Juara 1 Stand Terbaik Pameran Pembangunan MNV 2026
Supervisi Fasilitatif Digelar di Desa Ambunten Tengah, Dorong Kader Posyandu Tingkatkan PHBS
APBD Perubahan 2026 Sumenep Alami Penyesuaian, Pendapatan Jadi Rp2,29 Triliun
Dinas Pendidikan Sumenep Perkuat Layanan Sekolah Inklusif
Soroti Dana Kredit Rp2.548 Triliun, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Baru Gubernur BI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:14 WIB

JSI Apresiasi Petugas Kebersihan DLH Sumenep, di Balik Meriahnya Festival Ada Kerja Keras Mereka

Minggu, 6 September 2026 - 11:37 WIB

Petugas DLH Sumenep Ikuti Rute Festival Tongtong, Bersihkan Sampah hingga Pagi

Minggu, 6 September 2026 - 11:24 WIB

Baladewa Sabet Juara Umum Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 23:39 WIB

Ansor Talango Gelar Maulid Nabi dan Dialog Interaktif, Rasidi Dorong Anak Muda Lebih Kreatif dan Produktif

Jumat, 4 September 2026 - 08:29 WIB

Bappeda Sumenep Kembali Raih Juara 1 Stand Terbaik Pameran Pembangunan MNV 2026

Berita Terbaru