SURABAYA, — Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair), Achsanul Qosasi, menyoroti sejumlah tantangan yang akan dihadapi Destry Damayanti setelah ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.
Menurut Achsanul, kepemimpinan baru BI tidak cukup hanya berfokus pada menjaga stabilitas ekonomi. Bank sentral juga dituntut memperkuat bauran kebijakan agar dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Achsanul menyusul keputusan DPR RI yang menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dalam Rapat Paripurna, Selasa (1/9/2026).
Dalam rapat tersebut, DPR juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI. Ketiganya sebelumnya mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pada 26-27 Agustus 2026.
Achsanul menilai Destry memiliki sejumlah gagasan yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait upaya memperkuat peran kebijakan moneter dalam mendorong aktivitas ekonomi.
“Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank sentral perlu memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Achsanul, mengutip gagasan yang disampaikan Destry saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Dana Rp2.548 Triliun Belum Tersalurkan
Salah satu hal yang menjadi perhatian Achsanul adalah besarnya dana perbankan yang belum tersalurkan kepada sektor produktif.
Ia menyoroti data yang disampaikan dalam proses uji kelayakan, yakni terdapat dana perbankan yang belum tersalurkan sekitar Rp2.548 triliun, atau setara dengan 21,8 persen dari total plafon kredit.
Menurut Achsanul, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang besar untuk memperkuat intermediasi perbankan, terutama dalam mendukung sektor usaha yang membutuhkan pembiayaan.
“Penguatan inklusi keuangan serta dorongan terhadap penyaluran kredit kecil akan menjadi game changer untuk menggerakkan sektor riil,” ujarnya.
Achsanul menilai optimalisasi fungsi intermediasi perbankan menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepemimpinan baru BI. Penyaluran kredit kepada sektor produktif, terutama usaha kecil dan menengah, dinilai dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian.
Ia berharap kebijakan BI ke depan mampu menciptakan keseimbangan antara menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan ruang bagi pertumbuhan.
Menurutnya, bauran kebijakan yang tepat akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Dengan demikian, kata Achsanul, kepemimpinan Destry Damayanti tidak hanya akan diuji dari kemampuannya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan BI dapat mendorong perputaran ekonomi dan memperkuat sektor riil.















