SUMENEP, NALARPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep memperbaiki 66 rumah tidak layak huni (RTLH) selama periode Januari hingga Juni 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, rumah merupakan kebutuhan dasar setiap warga yang harus mendapat perhatian. Karena itu, pemerintah daerah terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang aman dan sehat.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus upaya menghadirkan keadilan sosial melalui penyediaan hunian yang layak,” kata Fauzi, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, kolaborasi antara Pemkab Sumenep dan Baznas menjadi langkah strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menilai, bantuan perbaikan rumah tidak hanya berdampak pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
“Program perbaikan rumah yang dilaksanakan Baznas ini sangat membantu masyarakat. Bantuan ini bukan hanya memperbaiki bangunan fisik rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Berdasarkan data Baznas Kabupaten Sumenep, sebanyak 66 unit rumah telah diperbaiki sepanjang semester pertama 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 1,089 miliar.
Perbaikan tersebut dilakukan secara bertahap, yakni 13 unit pada Januari, 15 unit pada Februari, lima unit pada Maret, 14 unit pada April, 10 unit pada Mei, dan sembilan unit pada Juni.
Fauzi menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dan semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan optimal.
Ia berharap Baznas terus memperluas program sosial lainnya, seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
“Kami ingin sinergi ini mampu menghadirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Fauzi.














