SUMENEP, NALARPOS.ID – Seorang petani lanjut usia yang dilaporkan hilang sejak Senin (29/6/2026) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah sumur di Dusun Bindung II, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Rabu (1/7/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Sa’ena (65), seorang petani asal Dusun Darusa Barat, Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng.
Kapolsek Lenteng Iptu Widianto mengatakan, korban sebelumnya meninggalkan rumah pada Senin pagi dan tidak kembali. Keluarga bersama warga telah berupaya mencari korban di sejumlah lokasi, namun pencarian tidak membuahkan hasil.
“Korban dilaporkan tidak berada di rumah sejak Senin pagi. Keluarga bersama warga sudah melakukan pencarian, tetapi belum ditemukan,” ujar Widianto.
Korban baru ditemukan setelah warga mencurigai kondisi air di salah satu sumur di Dusun Bindung II yang tiba-tiba berubah keruh. Rasa penasaran membuat warga memeriksa bagian dalam sumur menggunakan senter.
“Dari hasil pengecekan, warga melihat sesosok jenazah mengapung di permukaan air, kemudian kejadian itu segera dilaporkan kepada aparat,” katanya.
Laporan tersebut diteruskan melalui layanan darurat SilaPor 112. Tim Basarnas Kabupaten Sumenep bersama personel Polsek Lenteng, Satreskrim Polres Sumenep, Unit Identifikasi Polres Sumenep, Samapta Polres Sumenep, serta petugas Puskesmas Lenteng kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Setelah proses evakuasi selesai, identitas korban dipastikan sebagai Sa’ena, warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menurut Widianto, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan medis maupun autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang menyebut keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai kecelakaan dan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.
Meski demikian, polisi tetap melakukan serangkaian penyelidikan sesuai prosedur. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Jika menemukan kejadian yang memerlukan penanganan darurat, segera laporkan kepada kepolisian atau layanan darurat agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Widianto.














