SUMENEP, NALARPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui program Samper Alenteng (Bersama Perhatikan Balita Stunting). Program inovatif yang dipelopori Tim Penggerak (TP) PKK Sumenep itu dilaksanakan di Kecamatan Batuputih, Rubaru, dan Dungkek pada 15, 17, dan 18 Juni 2026.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, mengatakan Samper Alenteng mengedepankan pendekatan langsung kepada keluarga balita stunting melalui edukasi, pemantauan, dan intervensi gizi.
“Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep,” kata Ellya, Senin.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala. Dengan cara itu, kondisi setiap anak dapat dipantau sehingga intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran.
Ia menjelaskan, sasaran utama program adalah balita yang mengalami masalah gizi atau stunting beserta orang tuanya. Pendampingan dilakukan secara intensif agar keluarga memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, bersama kelompok kerja terkait dan jajaran puskesmas rutin mendatangi desa-desa. Mereka meninjau kondisi balita, memberikan bantuan pangan, edukasi, sekaligus motivasi kepada keluarga penerima manfaat.
Ellya berharap kolaborasi antara TP PKK, Dinkes P2KB, puskesmas, dan masyarakat dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Sumenep melalui pendampingan yang berkelanjutan.














