SUMENEP, NALARPOS.ID – Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, berharap pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang digelar Politeknik Pelayaran Surabaya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kemaritiman sekaligus memperkuat budaya keselamatan transportasi laut.
Hal itu disampaikan Azwar saat membuka DPM Politeknik Pelayaran Surabaya Angkatan IV Tahun 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep, Senin (29/6/2026).
Menurut Azwar, program tersebut menjadi salah satu upaya strategis dalam mencetak tenaga kerja maritim yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri pelayaran.
“Melalui Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini diharapkan para peserta mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan transportasi, khususnya transportasi laut,” ujarnya.
Sebanyak 148 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari kalangan siswa SMK dan masyarakat umum, baik dari Kabupaten Sumenep maupun luar daerah.
Azwar menjelaskan, penyelenggaraan DPM merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.
Kurikulum pelatihan juga mengacu pada ketentuan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan mengenai pendidikan dan pelatihan keterampilan pelaut serta pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan tiga materi utama, yakni Basic Safety Training (BST), Advance Fire Fighting (AFF), dan Security Awareness Training (SAT).
BST difokuskan pada pembekalan dasar keselamatan kerja, pencegahan kecelakaan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sementara SAT memberikan pemahaman tentang aspek keamanan di atas kapal, sedangkan AFF melatih peserta dalam penggunaan peralatan pemadam kebakaran serta penanganan kondisi darurat di kapal.
Azwar menilai peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor penting untuk mendukung keselamatan dan keamanan transportasi laut. Karena itu, program pemberdayaan masyarakat seperti DPM dinilai mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja maritim yang semakin kompetitif.
Ia berharap pelaksanaan pelatihan serupa dapat terus digelar di Kabupaten Sumenep agar semakin banyak masyarakat yang memiliki sertifikasi dan kompetensi di bidang pelayaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Pelayaran Surabaya atas terselenggaranya kegiatan ini di Kabupaten Sumenep. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut untuk mendukung pemenuhan kebutuhan SDM di sektor transportasi laut Indonesia,” kata Azwar.
Diketahui, Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Politeknik Pelayaran Surabaya Angkatan IV Tahun 2026 berlangsung selama sembilan hari, mulai 29 Juni hingga 7 Juli 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep.














