Senyum Tipis Redaksi: Ketika Kuasa Hukum Lupa Membaca di Tengah Skandal Oknum DPRD

Minggu, 28 Desember 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Moch Thoriqil Akmal B, SH Redaksi Media Newsline

Foto. Moch Thoriqil Akmal B, SH Redaksi Media Newsline

OPINI | NALARPOS.IDAda satu ekspresi yang belakangan ini sering muncul di ruang redaksi Jatim.Newsline.id: senyum tipis.

Bukan karena geli melihat meme, bukan pula karena headline ramai klik, melainkan karena tuduhan copy paste dan pencemaran nama baik yang diarahkan kepada media kami dalam pusaran kasus amoral oknum DPRD Pamekasan yang kian liar seperti bola salju menuruni bukit.

Lucunya, tuduhan itu datang dari kuasa hukum. Profesi yang seharusnya akrab dengan satu kebiasaan sederhana: membaca secara utuh sebelum menuduh.

Namun tampaknya, dalam kasus ini, membaca isi berita terasa terlalu mewah. Judul dibaca sekilas, paragraf dilewati, konteks dilompati, lalu—cling!—lahirlah kesimpulan: “copy paste dan pencemaran nama baik.”

Sungguh efisien. Hemat waktu, minim riset.
Padahal, jika kuasa hukum dan mungkin timnya—meluangkan waktu lima menit saja membaca isi berita Jatim.Newsline.id, mereka akan menemukan sesuatu yang mengejutkan:

➡️ Isi berita kami berbeda.
➡️ Sudut pandang berbeda.
➡️ Struktur, narasi, dan penekanan berbeda.
➡️ Bahkan kehati-hatian redaksional kami justru lebih ketat.

Tapi barangkali masalahnya bukan pada isi berita. Barangkali masalahnya adalah rasa gatal menghadapi kritik.

Dalam tradisi demokrasi, pejabat publik apalagi anggota DPRD bukanlah porselen antik yang retak bila disentuh pertanyaan. Mereka adalah figur publik yang wajib siap diuji, bukan dilindungi dengan jurus lama: “laporkan medianya.”

Ironisnya, alih-alih menjelaskan substansi tuduhan amoral yang viral dan diperbincangkan publik, energi justru dihabiskan untuk menghitung jumlah media yang akan diadukan. Seolah-olah masalah akan selesai jika daftar media lebih panjang dari daftar klarifikasi.

Lebih lucu lagi, tuduhan copy paste diarahkan kepada media yang secara redaksional dikenal kritis, investigatif, dan ini penting berbeda narasi. Jika semua kritik dianggap sama hanya karena topiknya sama, maka berita korupsi cukup ditulis satu media saja, sisanya dilarang ikut meliput. Betapa sunyinya demokrasi.

Di titik ini, redaksi tidak marah.
Kami hanya tersenyum tipis.
Senyum karena sadar, bahwa ketika kritik dibalas dengan ancaman hukum tanpa membaca isi, itu bukan lagi pembelaan nama baik melainkan pengakuan ketakutan terhadap transparansi.

Senyum karena tahu, bahwa pers tidak bekerja untuk menyenangkan kuasa hukum, melainkan untuk menyampaikan fakta, suara publik, dan kegelisahan masyarakat.

Dan senyum karena yakin, bahwa kebenaran tidak pernah lahir dari copy paste tuduhan, melainkan dari keberanian menghadapi substansi. Jika kuasa hukum ingin beradu argumen, pintu diskusi terbuka.

Jika ingin klarifikasi, kolom hak jawab tersedia. Namun jika yang dipilih adalah menuduh tanpa membaca, maka maaf itu bukan strategi hukum. Itu hanya komedi yang lupa penonton sudah semakin cerdas.

Salam senyum tipis,
Redaksi Jatim.Newsline.id

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball
Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku
ALARM Ingatkan Bahaya Hiburan Malam, Kapolres Baru Jadi Tumpuan Harapan
Pemanggilan Misterius Oknum Polisi, Jurnalis Sumenep Merasa Ditekan
Gudang, Barcode, dan SPBU: Skema Dugaan Mafia BBM Subsidi yang Menggurita di Sumenep
Bukti Chat hingga Video Siap Dibuka, BK DPRD Pamekasan Didesak Proses Aduan Pelanggaran
Viral di Sumenep: Modus Sedot WC Berujung Pemerasan, Pelaku Kabur dari WhatsApp
Pesantren Kaget Ditagih Rp 6 Juta per Tangki, Jasa Sedot WC Diduga Lakukan Penipuan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:41 WIB

Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:50 WIB

Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:09 WIB

ALARM Ingatkan Bahaya Hiburan Malam, Kapolres Baru Jadi Tumpuan Harapan

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:45 WIB

Pemanggilan Misterius Oknum Polisi, Jurnalis Sumenep Merasa Ditekan

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:35 WIB

Gudang, Barcode, dan SPBU: Skema Dugaan Mafia BBM Subsidi yang Menggurita di Sumenep

Berita Terbaru