Rokok Ilegal Dibakar, Bandarnya Diduga Dibiarkan: Publik Pertanyakan Komitmen Penindakan

Rabu, 26 November 2025 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | NALARPOS.ID Upaya pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik. Hal itu mencuat setelah Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, bersama Kepala Satpol-PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, terlihat kompak memusnahkan barang bukti rokok ilegal di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan pemusnahan tersebut mendapat atensi karena menampilkan sejumlah pejabat Bea Cukai Madura yang datang khusus ke Sumenep.

Namun, di balik aksi itu, muncul kritik dari sebagian warga yang menilai kegiatan tersebut tidak sebanding dengan maraknya rokok ilegal yang masih mudah ditemukan di pasaran.

Beberapa warga mempertanyakan efektivitas penegakan hukum, sebab toko-toko kelontong di Sumenep, termasuk di pusat kota, perumahan, dan kawasan seperti sekitar Lapangan Giling maupun sepanjang Jalan Raya, masih bebas menjual rokok ilegal berbagai merek asal Pamekasan.

Sutrisno, warga Sumenep, mengaku heran melihat fenomena tersebut. Ia menilai aksi pemusnahan yang ditampilkan di depan kamera seolah tidak berdampak nyata di lapangan.

“Kalau perlu, Bea Cukai dan Satpol-PP saya antar setiap hari. Yang dimusnahkan itu rokok ilegal beneran atau hanya bungkusnya? Soalnya di toko-toko dekat sini masih banyak yang menjual,” ujarnya sambil menunjukkan etalase toko sekitar rumahnya.

Senada dengan itu, Ahmadi, pemerhati isu rokok ilegal di Madura, menilai kegiatan tersebut belum menyentuh akar persoalan. Menurutnya, keberadaan jaringan pemasok rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan seharusnya menjadi fokus utama penindakan.

Ia juga menyoroti bahwa sejak era kepemimpinan Kepala Bea Cukai Madura sebelumnya, yakni Muhammad Syahirul Alim hingga saat ini di bawah Novian Dermawan, penindakan terhadap bandar rokok ilegal dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

“Rokok ilegal masih beredar bebas di kios dan toko-toko kelontong di seluruh Sumenep, baik daratan maupun kepulauan. Sementara jaringan bandarnya di Pamekasan belum tersentuh. Justru yang terlihat hanya kegiatan pemusnahan yang lebih banyak ditampilkan di depan kamera,” ujarnya.

Sejumlah pihak berharap koordinasi antara Bea Cukai Madura dan Satpol-PP Sumenep dapat diperkuat, terutama dalam hal pengawasan distribusi, penindakan jaringan peredaran, serta edukasi kepada pedagang agar tidak menjual produk tanpa pita cukai.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Dana Kredit Rp2.548 Triliun, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Baru Gubernur BI
GP Ansor Rubaru Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Minta Penanganan Berpihak pada Korban
GLB Dikukuhkan di Batang-Batang, Mulyadi Dorong Organisasi Jadi Motor Aspirasi Masyarakat
Dukung Kesehatan Lansia, Mahasiswa KPM STIT Aqidah Usymuni Gelar Senam dan Layanan Kesehatan Gratis
Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Dorong Solusi atas Problem Pertanian
Ansor Jatim Gelar Esports Championship di Tengah Muktamar ke-35 NU
Kapolresta Tuban Tegaskan Rotasi Pejabat Wujud Penyesuaian Tipologi dan Penyegaran Kinerja
Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Dorong Solusi atas Problem Pertanian
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:58 WIB

Soroti Dana Kredit Rp2.548 Triliun, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Baru Gubernur BI

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

GP Ansor Rubaru Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Minta Penanganan Berpihak pada Korban

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

GLB Dikukuhkan di Batang-Batang, Mulyadi Dorong Organisasi Jadi Motor Aspirasi Masyarakat

Rabu, 2 September 2026 - 13:58 WIB

Dukung Kesehatan Lansia, Mahasiswa KPM STIT Aqidah Usymuni Gelar Senam dan Layanan Kesehatan Gratis

Selasa, 1 September 2026 - 21:38 WIB

Ansor Jatim Gelar Halaqoh Tani Muda, Dorong Solusi atas Problem Pertanian

Berita Terbaru