SUMENEP, NALARPOS.ID — Jurnalis Sumenep Independen (JSI) mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dalam mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Apresiasi itu diberikan kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam momentum Pengukuhan JSI periode 2026-2029 yang berlangsung di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa (15/9/2026).
Pembina JSI Slow Ahmadi Neja, S.IKom., M.IKom., mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ahmadi yang juga dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya serta administrator Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Unitomo menilai keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dapat dilihat dari pembangunan fisik.
Menurut dia, perluasan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, termasuk kesehatan, juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.
Salah satunya melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Program tersebut memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai ketentuan kepesertaan. Pelayanan kesehatan dapat diakses melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dengan menggunakan identitas kependudukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Setelah berjalan selama lima tahun, cakupan kepesertaan UHC di Sumenep disebut telah mendekati 100 persen. Atas komitmen tersebut, Pemkab Sumenep meraih UHC Award 2026 Kategori Madya.
UHC sendiri tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika masyarakat sakit. Jaminan kesehatan semesta mencakup rangkaian layanan, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan hingga rehabilitasi.
Anggaran Jalan untuk Kepulauan
Perhatian terhadap pemerataan pembangunan juga terlihat dari kebijakan infrastruktur jalan pada 2026.
Dari total anggaran sekitar Rp 47,53 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, sekitar Rp 27,53 miliar dialokasikan untuk wilayah kepulauan.
Alokasi tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi kesenjangan infrastruktur antara wilayah daratan dan kepulauan.
Salah satu wilayah yang merasakan peningkatan infrastruktur adalah Pulau Kangean.
Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan kini telah diperbaiki. Kondisi jalan yang lebih baik dinilai dapat mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Perbaikan juga dilakukan pada sejumlah ruas lain, termasuk jalur Pelabuhan Batu Guluk-Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara. Jalan yang layak turut menentukan kelancaran distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Selama ini, persoalan konektivitas menjadi salah satu tantangan pembangunan di wilayah kepulauan Sumenep. Karena itu, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
JSI berharap pembangunan di Sumenep terus diarahkan secara berimbang dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di daratan maupun kepulauan.
Pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, konektivitas antarpulau, fasilitas transportasi, serta pelayanan dasar lainnya dinilai perlu berjalan beriringan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari semakin baiknya kondisi jalan, tetapi juga dari semakin mudahnya masyarakat mendapatkan pelayanan dasar,” demikian penekanan JSI.
Bagi JSI, daratan dan kepulauan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan Sumenep.
Kemajuan daerah, menurut organisasi tersebut, tidak cukup hanya dilihat dari perkembangan pusat kota. Pemerataan juga perlu tercermin dari sejauh mana masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk pulau-pulau terluar, merasakan manfaat pembangunan dan kehadiran pelayanan pemerintah.
Apresiasi yang diberikan kepada pemerintah daerah sekaligus diharapkan menjadi dorongan agar program pembangunan yang telah berjalan dapat dipertahankan, dievaluasi, dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat Sumenep.















