Green Economy dan Tantangan Ekologis KEK Madura Disorot di Seminar Nasional SMSI Sumenep

Kamis, 13 November 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Seminar Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMS) kabupaten Sumenep di Kampus Universitas Baharudin Mudhary (UNIBA)

Foto. Kegiatan Seminar Nasional Serikat Media Siber Indonesia (SMS) kabupaten Sumenep di Kampus Universitas Baharudin Mudhary (UNIBA)

SUMENEP | NALARPOS.ID Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar seminar nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura” di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, Kamis, 13 November 2025.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain pengamat politik sekaligus tim perumus naskah akademik KEK Tembakau Madura, Adi Prayitno, Rektor UNIBA Prof. Rachmat Hidayat, serta anggota DPRD Sumenep, Hairul Anwar.

Dalam pemaparannya, Adi Prayitno menegaskan bahwa gagasan pembentukan KEK Tembakau Madura berangkat dari realitas sosial dan ekonomi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, khususnya tembakau.

Menurutnya, keberadaan KEK diharapkan menjadi jalan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani tembakau yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Madura.

“KEK ini inisiatif yang muncul dari kultur dan ekonomi masyarakat Madura. Dengan adanya pabrik rakyat, penghasilan petani bisa meningkat signifikan. Misalnya, harga jual dari Rp2,5 juta bisa naik hingga Rp7 juta,” ujar Adi sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, hasil survei tim perumus menunjukkan mayoritas petani hanya menginginkan dua hal mendasar: hasil panen mereka dibeli dan dihargai dengan nilai yang manusiawi.

“Tembakau bagi masyarakat Madura bukan sekadar komoditas, tapi kebutuhan inti kehidupan. Dari tembakau, orang bisa menyekolahkan anak, membangun rumah, bahkan menikah,” tutur Adi yang juga masih aktif menanam tembakau setiap musim.

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep, Hairul Anwar, menyoroti lemahnya regulasi dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal yang dinilainya belum berpihak kepada petani dan pelaku usaha kecil.

Menurut Hairul, penegakan hukum oleh Bea Cukai seharusnya tidak berhenti pada razia, melainkan juga menghadirkan solusi konkret yang melindungi masyarakat.

“Razia rokok ilegal memang sering dilakukan. Namun negara seharusnya hadir dengan solusi. Misalnya, petugas bisa sekaligus memberikan pita cukai sesuai jumlah rokok yang dibawa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti ketiadaan lembaga penyangga khusus bagi komoditas tembakau yang bisa menjaga stabilitas harga dan serapan hasil panen.

“Kalau beras ada Bulog, cengkeh ada lembaganya. Tapi tembakau siapa yang menanggung? Jangan sampai aturan justru menjerat rakyat sendiri,” kata Hairul.

Legislator tersebut juga menekankan pentingnya peran perusahaan daerah di Madura dalam mendukung pelaku usaha tembakau serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap dasar pembentukan KEK agar benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmat Hidayat, menilai bahwa isu KEK saat ini menjadi tren di Madura dan Jawa Timur. Menurutnya, hal ini harus disambut positif oleh seluruh masyarakat Madura.

“Isu KEK ini sedang hangat. Karena itu, kita sebagai orang Madura harus mendukung gagasan ini demi kesejahteraan bersama,” terang Prof. Rachmat.

Ia menambahkan, secara teoritis, keberadaan KEK memiliki tujuan yang sangat baik, antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat perkembangan industri dan sektor strategis lainnya.

“Intinya, KEK ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura, khususnya para petani tembakau yang selama ini menjadi ujung tombak ekonomi daerah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses di Tiga Kecamatan, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Serap Aspirasi Warga Soal Jalan Rusak dan Sampah
LPTNU PCNU Sumenep Bahas Penguatan Mutu Perguruan Tinggi, Siapkan Pendirian UNU Sumenep
Ribuan Alumni Unej Padati Kampus Tegalboto dalam Jalan Gembira Nasional III
GP Ansor Sumenep Matangkan Persiapan Ansor Bershalawat 2026, PCNU Nyatakan Dukungan Penuh
Pemkab Sumenep-Baznas Perbaiki 66 Rumah Tak Layak Huni, Anggaran Capai Rp 1,089 Miliar
Danrem 084/Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Sumenep, Warga Kini Nikmati Akses Transportasi Lebih Mudah
MUI Sumenep Bekali Dai dengan Personal Branding agar Dakwah Lebih Dekat dengan Generasi Z
Ansor Jatim Apresiasi Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Jaringan Internasional
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:51 WIB

Reses di Tiga Kecamatan, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Serap Aspirasi Warga Soal Jalan Rusak dan Sampah

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:51 WIB

LPTNU PCNU Sumenep Bahas Penguatan Mutu Perguruan Tinggi, Siapkan Pendirian UNU Sumenep

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:47 WIB

Ribuan Alumni Unej Padati Kampus Tegalboto dalam Jalan Gembira Nasional III

Senin, 6 Juli 2026 - 23:07 WIB

GP Ansor Sumenep Matangkan Persiapan Ansor Bershalawat 2026, PCNU Nyatakan Dukungan Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:43 WIB

Danrem 084/Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Sumenep, Warga Kini Nikmati Akses Transportasi Lebih Mudah

Berita Terbaru