Bappeda Sumenep Sosialisasikan RAD-PG 2025–2029, Fokus Tekan Angka Stunting

Jumat, 24 Januari 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sosialisasi RAD-PG Bappeda Sumenep

Foto. Sosialisasi RAD-PG Bappeda Sumenep

SUMENEP | NALARPOS.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Sosialisasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025–2029. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Trunojoyo Lantai II pada Jumat (24/1/2025) siang.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, STP., M.Si., IPU, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Regulasi tersebut menegaskan pangan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin UUD 1945.

“Pangan merupakan komponen dasar dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ini sekaligus menjadi pengejawantahan dari ASTA CITA Presiden Prabowo, terutama terkait peningkatan kualitas SDM melalui pemenuhan pangan dan gizi,” ujar Arif Firmanto dalam rilis resmi.

Ia menjelaskan, undang-undang pangan tidak hanya membahas ketahanan pangan semata, tetapi juga mempertegas pentingnya kedaulatan pangan (food sovereignty), kemandirian pangan (food resilience), serta keamanan pangan (food safety).

Karena itu, Pemkab Sumenep melalui Bappeda berkomitmen menjadikan RAD-PG sebagai instrumen utama sektor pangan dan gizi. Dokumen ini dipastikan selaras dengan indikator serta target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Selain itu, Bappeda mendorong koordinasi yang lebih efektif antar-SKPD terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, serta organisasi perangkat daerah lainnya. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mengatasi berbagai isu yang berpengaruh terhadap pangan dan gizi.

“Pemkab Sumenep berkomitmen melaksanakan program pangan dan gizi yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Harapannya, hal ini mampu mengurangi jumlah anak berisiko stunting,” jelas Arif.

Ia menambahkan, penanganan stunting harus menjadi prioritas utama. Karena itu, dirinya telah memerintahkan dinas terkait untuk bekerja lebih keras agar angka stunting di Sumenep terus menurun.

“Memang ada kendala yang kita hadapi, tetapi dengan konvergensi program yang tepat dan kerja sama semua pihak, saya yakin tantangan itu bisa kita atasi bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa RAD-PG merupakan dokumen perencanaan strategis yang berisi intervensi komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi daerah.

Proses penyusunannya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat.

“Saya yakin, dengan semangat kolaborasi dan sinergi, RAD-PG akan menjadi instrumen efektif dalam mewujudkan Sumenep yang lebih baik, dengan ketersediaan pangan dan kecukupan gizi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL
Disdik Sumenep Dorong Pelajar Ikuti Lomba Menulis Surat untuk Bupati
125 Hari Tanpa Jeda, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Berbagi kepada Warga
Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Modal Usaha Rp 200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep
Dugaan Pencabulan Anak di Ruang Guru SD di Sumenep, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Ratusan Karyawan CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Terima BLT DBHCHT Rp600.000
DPRD Sumenep Bahas 9 Raperda, 8 Disepakati Lanjut ke Gubernur
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Disdik Sumenep Dorong Pelajar Ikuti Lomba Menulis Surat untuk Bupati

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:51 WIB

125 Hari Tanpa Jeda, Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Berbagi kepada Warga

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Sempat Masuk DPO, Tersangka Penipuan Modal Usaha Rp 200 Juta Ditangkap Polresta Sumenep

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Ruang Guru SD di Sumenep, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi

Berita Terbaru