SUMENEP | NALARPOS.ID — Upaya membangun fondasi futsal daerah terus digencarkan melalui Turnamen Futsal Songennep yang mulai bergulir pada akhir Januari 2026.
Ajang ini tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub, tetapi juga diposisikan sebagai panggung awal lahirnya atlet-atlet futsal potensial asal Kabupaten Sumenep.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung mulai 31 Januari hingga 17 Februari 2026 tersebut diikuti oleh klub-klub futsal dari berbagai kecamatan di Sumenep. Kehadiran peserta dari lintas wilayah ini mencerminkan tingginya antusiasme komunitas futsal lokal terhadap ruang kompetisi yang berkelanjutan dan terarah.
Presiden Klub Songennep FC, A. Fatoni, menegaskan bahwa sejak awal turnamen ini dirancang dengan semangat kebersamaan.
Selain menjadi ajang unjuk kemampuan para atlet, kompetisi ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarklub sekaligus memperkuat ekosistem futsal di Kabupaten Sumenep.
“Turnamen ini kami selenggarakan sebagai ruang bersama bagi klub dan atlet futsal Sumenep. Songennep FC dibentuk untuk menjadi wadah kita bersama, khususnya bagi atlet futsal daerah, agar memiliki jalur pembinaan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menilai, potensi atlet futsal di Sumenep tidak kalah dengan daerah lain. Namun demikian, potensi tersebut membutuhkan sistem pembinaan yang konsisten dan terarah agar mampu melahirkan pemain yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Dengan adanya Songennep FC, kami berharap atlet-atlet futsal Sumenep bisa dibina dan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di level yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberlangsungan pembinaan futsal tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak.
Dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, komunitas olahraga, hingga pihak swasta, dinilai sangat penting agar Songennep FC beserta turnamen yang digelar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi prestasi futsal daerah.
Melalui Turnamen Futsal Songennep ini, diharapkan proses penjaringan bakat futsal di Kabupaten Sumenep dapat berjalan lebih sistematis, sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet lokal untuk menapaki jenjang kompetisi yang lebih luas dan profesional.
“Songennep FC bukan milik personal, tetapi milik kita bersama. Dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan agar futsal Sumenep bisa terus berkembang dan berprestasi,” pungkasnya.
Penulis : Fer













