“Singa Jalanan” Kembali Mengaum, Genderang Perlawanan Menggema di Langit Sumenep

Sabtu, 20 Desember 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Perlawanan Aktivis Asal Kepulauan Abdul Mahmud, M. AP saat berada dimobil Komando beberapa Tahun Lalu.

Foto. Perlawanan Aktivis Asal Kepulauan Abdul Mahmud, M. AP saat berada dimobil Komando beberapa Tahun Lalu.

SUMENEP | NALARPOS.IDKondusivitas Kabupaten Sumenep dinilai berada dalam ancaman serius. Setelah lama memilih diam di tengah pusaran konflik sosial, ekonomi, dan pembangunan.

Aktivis senior asal kepulauan, Abdul Mahmud, M.Ap, kembali muncul ke ruang publik dengan sikap tegas dan kritis terhadap arah kebijakan pemerintah daerah.

Sosok yang dikenal dengan julukan “Peroboh Pagar Pemkab” itu menyatakan kesiapannya kembali mengibarkan bendera perlawanan, demi menegakkan keadilan serta menjaga marwah demokrasi di Kabupaten Sumenep.

Dalam perbincangannya dengan nusainsider.com, Sabtu (20/12/2025) pukul 17.53 WIB, Abdul Mahmud mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi aktivisme di Sumenep yang menurutnya telah mengalami pembungkaman sistematis oleh kekuasaan.

“Saat ini, aktivis di Sumenep dihadapkan pada persoalan serius yang merusak tatanan demokrasi, supremasi hukum, dan kebebasan sipil,” tegasnya dengan nada geram kepada media nusainsider.com.

Ia menilai kondisi tersebut bertentangan dengan amanat undang-undang dan telah melumpuhkan peran strategis mahasiswa serta aktivis sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Kemunculan kembali Abdul Mahmud di tengah menguatnya konflik horizontal memantik beragam spekulasi publik.

Terlebih, status WhatsApp miliknya yang belakangan beredar menampilkan simbol pengibaran bendera perlawanan, seolah menjadi penanda dimulainya kembali babak baru gerakan aktivisme di Sumenep.

Pertanyaan pun mencuat, akankah genderang perlawanan kembali menggema di langit Sumenep? Ataukah pemerintah justru akan kehilangan legitimasi akibat strategi pembangunan yang selama ini dikemas atas nama kesejahteraan rakyat?

Menurut Abdul Mahmud, kritik dan perlawanan merupakan dosis sehat bagi kekuasaan.

“Cara yang benar untuk menyuplai dosis kepada kekuasaan adalah dengan menyampaikan kritik dan menyalakan suara perlawanan,” ujarnya.

Ia mengaku kembali tergerak turun ke gelanggang perjuangan karena melihat semakin banyaknya ketidakadilan dan ketimpangan sosial.

Aktivis dibungkam, ruang demokrasi menyempit, dan negara menurutnya sedang tidak berada dalam kondisi baik-baik saja.

Abdul Mahmud menilai pemerintahan saat ini telah keluar dari rel kerakyatan yang seharusnya menjadi pijakan utama.

Karena itu, ia menyerukan agar aktivis dan masyarakat kembali berani bersuara serta membangun gerakan kerakyatan yang selama ini dibatasi dan ditekan.

Dalam pernyataan penutupnya, aktivis yang akrab disapa “Singa Jalanan” itu menyerukan kebangkitan kembali tangan terkepal dan suara lantang rakyat, bahkan “Dari Dalam Kubur Sekalipun”, untuk terus menyoal kekuasaan dengan semangat “Bismillah Melayani”.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial
Aksi Mahasiswa UPI Sumenep: KIP Kuliah Dipersoalkan, Kampus Janjikan Kebijakan Beasiswa
Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball
Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku
Songennep FC Dorong Pembinaan Berkelanjutan Lewat Turnamen Futsal 2026
Aktivis Alarm Warning Hiburan Malam, Kapolres Sumenep Sebut Komitmen Lakukan Patroli ke Mr Ball Sumenep
ALARM Ingatkan Bahaya Hiburan Malam, Kapolres Baru Jadi Tumpuan Harapan
FKP RKPD 2027 Digelar, Pemkab Sumenep Serap Aspirasi Pemangku Kepentingan
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:10 WIB

Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:32 WIB

Aksi Mahasiswa UPI Sumenep: KIP Kuliah Dipersoalkan, Kampus Janjikan Kebijakan Beasiswa

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:41 WIB

Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:50 WIB

Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:26 WIB

Songennep FC Dorong Pembinaan Berkelanjutan Lewat Turnamen Futsal 2026

Berita Terbaru