Kisah Pengabdian Mahasiswa KKN Desa Ndeskati: Belajar, Mengabdi, dan Berterima Kasih

Senin, 20 Oktober 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARO | NALARPOS.ID  Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di Desa Ndeskati resmi berakhir dengan penuh kesan dan rasa syukur. Selama satu bulan penuh, para mahasiswa telah mengabdikan diri kepada masyarakat melalui berbagai program yang inspiratif dan berdampak positif.

Ketua KKN Desa Ndeskati, Wahyudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Yusuf Hadijaya, M.A., yang senantiasa memberikan arahan, motivasi, dan ilmu pengetahuan selama kegiatan berlangsung.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dr. Yusuf Hadijaya, M.A. Beliau bukan hanya memberikan bimbingan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial. Bimbingan beliau menjadi pengalaman berharga bagi kami semua,” ujar Wahyudin.

Selama satu bulan, para mahasiswa KKN aktif melaksanakan sejumlah kegiatan seperti penyuluhan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta aksi peduli lingkungan, yang mendapat sambutan positif dari warga Desa Ndeskati.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.

Wahyudin menambahkan, pengalaman selama KKN telah memberikan banyak pelajaran penting tentang arti kerja sama dan kepedulian sosial.

“Kami belajar langsung bagaimana memahami kebutuhan masyarakat, bekerja dengan hati, dan menjadi bagian dari solusi di tengah lingkungan desa,” ungkapnya.

Kegiatan KKN ditutup dengan suasana haru dan penuh keakraban antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat desa. Ucapan terima kasih dan doa mengiringi perpisahan mereka, menandai akhir dari satu bulan pengabdian yang penuh makna.

“Bimbingan Bapak Dr. Yusuf selama satu bulan benar-benar berarti bagi kami. Terima kasih atas ilmu, motivasi, dan keteladanan yang telah diberikan,” tutup Wahyudin dengan penuh rasa hormat.KKN di Desa Ndeskati tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu, tetapi juga perjalanan membangun empati, karakter, dan semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.(PR)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskusi Buku “Masalembu: Suara dari Laut Seberang” Menggugat Stereotip dan Menghadirkan Perspektif Kepulauan
Sampang Berpotensi Masuk Daerah Penghasil Migas, Posisi Lapangan Hidayah
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Lewat Karya
HUT ke-81 RI, DKPP Sumenep Dorong Pertanian Jadi Kekuatan Utama Kedaulatan Pangan
Pasien SM Meninggal Usai Berobat, Dugaan Keracunan Obat Belum Terbukti
HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Persatuan
Salawat Nabi dan Indonesia Raya Menggema di Taneyan Lanjang Pocang Temor
Dikukuhkan, Paskibraka Sumenep 2026 Diminta Tak Sekadar Jadi Petugas Upacara
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Diskusi Buku “Masalembu: Suara dari Laut Seberang” Menggugat Stereotip dan Menghadirkan Perspektif Kepulauan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Sampang Berpotensi Masuk Daerah Penghasil Migas, Posisi Lapangan Hidayah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Lewat Karya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

HUT ke-81 RI, DKPP Sumenep Dorong Pertanian Jadi Kekuatan Utama Kedaulatan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Pasien SM Meninggal Usai Berobat, Dugaan Keracunan Obat Belum Terbukti

Berita Terbaru