Kabar Baik! Harga 9 Komoditas Pangan Turun Jelang Ramadan

Kamis, 20 Februari 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman,MP

Foto. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman,MP

JAKARTA | SUMEKAR.ID — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pangan menjelang Ramadan akan mengalami penurunan, khususnya untuk sembilan komoditas utama, yakni daging, gula, minyak goreng, beras, bawang merah, telur ayam, cabai, dan bawang putih.

Operasi Pasar Besar-besaran untuk Kendalikan Harga

Mentan menjelaskan bahwa penurunan harga ini akan dilakukan melalui operasi pasar yang masif dan melibatkan seluruh pihak terkait. Operasi ini akan digelar di berbagai pasar di Indonesia agar harga-harga komoditas tersebut bisa turun serempak menjelang Ramadan.

“Operasi pasar yang kita lakukan ini adalah yang terbesar dan masif. Semua pihak terlibat, dipimpin oleh Kepala Bapanas, dengan kolaborasi dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Rabu (19/2/2025).

Pengawasan Ketat Harga Pangan Impor

Mentan juga menyoroti komoditas yang masih bergantung pada impor, seperti bawang putih. Pemerintah akan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajib dipatuhi oleh pelaku usaha untuk menekan lonjakan harga.

“Kami meminta para pelaku usaha, baik produsen maupun importir, menjual bahan pangan di bawah HET. Sesuai arahan Presiden, tahun ini tidak boleh ada yang menjual di atas HET,” tegasnya.

Sebagai langkah tegas, Amran mengancam akan memberikan sanksi berat, termasuk penyegelan usaha, bagi pelaku usaha yang tetap menjual 9 komoditas tersebut di atas HET.

“Kita bekerja sama dalam operasi pasar untuk memastikan harga turun. Tidak boleh ada harga di atas HET,” katanya.

Harga Minyak Goreng Juga Akan Turun

Terkait harga minyak goreng, Amran mengungkapkan bahwa pemerintah akan menurunkan harga Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng yang digunakan sebagai bahan dasar produksi MinyaKita. Pada 2024, HET MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700/kg.

Meski belum menyebutkan angka pasti, Mentan memastikan harga minyak goreng DMO akan lebih murah dari tahun sebelumnya.

“Harga minyak goreng DMO, insyaallah akan lebih rendah dari sebelumnya. Presiden meminta harga turun, dan tahun ini sudah ada kesepakatan terkait jumlahnya, yang akan segera kami sampaikan,” ujar Amran.

Ia juga menegaskan bahwa Satuan Tugas Pangan akan bertindak tegas jika ada pedagang yang menjual minyak goreng di atas HET.

“Jika ada yang melanggar, tokonya akan disegel,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial
Aktivis Alarm Warning Hiburan Malam, Kapolres Sumenep Sebut Komitmen Lakukan Patroli ke Mr Ball Sumenep
FKP RKPD 2027 Digelar, Pemkab Sumenep Serap Aspirasi Pemangku Kepentingan
Membedah Masa Depan Sumenep: Bappeda dan Mahasiswa Bahas Arah Pembangunan
Potensi Energi Terbarukan Sumenep Digarap Serius, Bappeda Libatkan BRIN dan Akademisi
PKH Diduga Bermasalah di Sapeken, HIMPASS Soroti Penahanan Kartu dan Pungli
Pemkab Sumenep Mantapkan Program Pembangunan 2026, Infrastruktur hingga Kesehatan Jadi Sorotan
Program Gizi Anak Diduga Jadi Ladang Politik, Dear Jatim Adukan MBG Sumenep
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:10 WIB

Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:54 WIB

Aktivis Alarm Warning Hiburan Malam, Kapolres Sumenep Sebut Komitmen Lakukan Patroli ke Mr Ball Sumenep

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:59 WIB

FKP RKPD 2027 Digelar, Pemkab Sumenep Serap Aspirasi Pemangku Kepentingan

Senin, 26 Januari 2026 - 11:34 WIB

Membedah Masa Depan Sumenep: Bappeda dan Mahasiswa Bahas Arah Pembangunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:29 WIB

Potensi Energi Terbarukan Sumenep Digarap Serius, Bappeda Libatkan BRIN dan Akademisi

Berita Terbaru