SUMENEP | NALARPOS.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Sumenep mencatat sebanyak 11.190 anak atau 15,1 persen dari total sasaran 73.969 anak telah mendapatkan imunisasi campak hingga hari kedua pelaksanaan imunisasi massal.
“Data ini sesuai laporan dari 26 puskesmas, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, yang kami terima malam ini,” ujar Kepala DKPP-KB Sumenep, Ellya Fardasah, Selasa (10/9/2025) malam.
Ellya merinci capaian imunisasi tersebut meliputi beberapa kelompok usia. Untuk anak usia 9–12 bulan, sebanyak 168 anak atau 4,9 persen dari target 3.404 anak telah divaksin. Usia 12–47 bulan tercatat 1.283 anak atau 4,1 persen dari sasaran 31.237 anak.
Sementara itu, pada kelompok usia 4–6 tahun tercapai 5.252 anak atau 20 persen dari target 26.308 anak. Sedangkan kelompok usia tujuh tahun mencatat 4.487 anak atau 35,5 persen dari total 13.020 sasaran.
Ellya menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh elemen, termasuk tenaga kesehatan, sekolah, serta masyarakat. Ia juga meminta dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapat imunisasi sesuai jadwal.
“Salah satu langkah penting memutus rantai penularan campak adalah melalui imunisasi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Meski demikian, di lapangan masih ada sebagian orang tua yang enggan mengizinkan anaknya disuntik vaksin campak.
Pihaknya optimistis dengan sosialisasi dan dukungan lintas sektor, pelaksanaan imunisasi massal di Sumenep akan mencapai target yang diharapkan.
Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Sumenep, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.035 kasus positif campak, dengan jumlah penderita meninggal dunia sebanyak 17 orang.
Data ini menjadi dasar utama digelarnya imunisasi massal guna menekan angka penularan sekaligus melindungi anak-anak dari risiko kematian akibat campak.
Penulis : Fer













