SUMENEP | NALARPOS.ID — Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia di Kampung Pocang Timur, Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Sumenep, berjalan sukses.
Puncak kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah lomba pada Sabtu (16/8) malam.
Persiapan dimulai dengan musyawarah para pemuda. Hasilnya, warga sepakat menyemarakkan perayaan secara swadaya.
Mereka membuat bendera serta umbul-umbul sendiri dengan memanfaatkan keterampilan para tukang jahit setempat.
Selain itu, warga juga bergotong royong membersihkan jalan utama kampung.
“Sayangnya, jalannya sudah rusak. Kalau bagus, pasti makin keren,” ujar Hakim, salah seorang warga.
Kemeriahan makin terasa dengan digelarnya aneka lomba sejak Selasa (12/8) hingga Jumat (15/8). Bertempat di taneyan lanjang, lomba diikuti anak-anak, remaja, hingga orang tua, baik laki-laki maupun perempuan.
Suasana penuh tawa dan sorak-sorai pecah sepanjang lomba berlangsung. Peserta pria dewasa yang mengikuti lomba menyunggi tampah sukses mengundang gelak tawa penonton. Begitu juga aksi ibu-ibu yang antusias dalam lomba balap kelereng, pasang baju, hingga makan kerupuk.
Bukan hadiah yang memotivasi, melainkan rasa kebersamaan.
“Kalau diuangkan, hadiahnya memang tidak besar, tapi tetap bermanfaat,” ungkap Busaki. Hadiah lomba berupa snack, sabun cuci piring, kopi, hingga garam.
Puncak acara digelar Sabtu (16/8) malam dengan doa bersama dan pembacaan tahlil. Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Hija Cangkreng, KH A. Dumairi Asy’ari, turut memberikan orasi kebangsaan.
Dalam pesannya, Kiai Dumairi menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan.
Ia mendorong generasi muda Pocang Timur terus menimba ilmu demi masa depan bangsa.
“Kegiatan positif seperti ini pasti akan diingat oleh anak-anak,” ujarnya.
Kebersamaan ditutup dengan makan bersama. Setiap warga membawa hidangan dari rumah masing-masing sehingga tercipta keberagaman menu di atas meja.
Penulis : Fer