Ada Pengusiran PKL, Ketua JSI Sumenep Beri Arahan Persuasif kepada Petugas

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani saat memberikan Edukasi Penertiban PKL di Belakang Kampus UINSA Surabaya ke Petugas Satpam

Foto. Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani saat memberikan Edukasi Penertiban PKL di Belakang Kampus UINSA Surabaya ke Petugas Satpam

SURABAYA | NALARPOS.ID — Ketua Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep memberikan edukasi kepada petugas terkait penataan lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di belakang Kampus Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Ahad (7/12/2025).

Edukasi tersebut dilakukan menyusul adanya tindakan pengusiran terhadap para PKL yang dinilai mengganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pengusiran itu terjadi tepat saat rombongan JSI Sumenep melaksanakan Program Saku Berkah dan memborong dagangan sejumlah PKL yang berjualan di area tersebut.

Momen itu menjadi pemicu Ketua JSI Sumenep, Igusty Madani, untuk memberikan pemahaman langsung kepada petugas mengenai pentingnya pendekatan persuasif dalam penertiban PKL.

Menurut Igusty, regulasi kawasan memang harus dijalankan, namun implementasinya tidak boleh mengabaikan etika dan nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa petugas wajib menjalankan tugas dengan cara yang halus, sopan, dan mengedepankan rasa hormat kepada warga kecil yang menggantungkan hidup dari berdagang.

“Cara-cara halus dan baik harus tetap dilakukan agar PKL tidak merasa termarginalkan atau diusir. Itu penting bagi petugas untuk memahami teknik komunikasi yang baik dan beretika,” ujarnya kepada media saat memberikan edukasi kepada petugas di Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Igusty menambahkan, keberadaan PKL bukan semata persoalan ketertiban, melainkan juga terkait nasib dan kesejahteraan keluarga mereka.

Banyak PKL, katanya, berjualan demi membiayai pendidikan anak-anak dan memenuhi kebutuhan hidup yang semakin berat.

Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting untuk menyediakan solusi konkret, bukan hanya melakukan penertiban sepihak.

Salah satunya dengan menyediakan lokasi strategis yang layak dan tidak mengganggu lalu lintas, sehingga PKL dapat tetap bekerja tanpa harus berhadapan dengan tindakan represif.

“PKL membutuhkan kepedulian pemerintah. Mereka berjuang mengadu nasib demi masa depan anak-anaknya. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian serius dan menyiapkan tempat yang manusiawi sehingga ekonomi mereka bisa terselamatkan,” tambahnya.

Edukasi JSI Sumenep kepada petugas ini mendapat respons positif di lapangan.

Harapannya, ke depan penataan PKL di kawasan UINSA dan daerah lainnya bisa dilakukan lebih bijak, berempati, serta tidak menimbulkan kesan diskriminatif terhadap para pedagang kecil.

Sementara itu, Petugas Satpam yang berada di lokasi, Yuda MS meminta maaf kepada Rekan-rekan JSI akibat ulah temannya, Ahmad Hanif selaku bawahannya yang kurang etis menyampaikan kepada PKL terkait larangan dilokasi tersebut.

“Kami mohon maaf apabila perkataan rekan kami kurang baik dan kurang berkenan, kami akan evaluasi nanti dan mengarahkan, “Singkatnya Yuda saat berdiskusi dengan Ketua JSI Sumenep, Ahad 7 Desember 2025.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Pencabulan Anak di Ruang Guru SD di Sumenep, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi
Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Ratusan Karyawan CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Terima BLT DBHCHT Rp600.000
DPRD Sumenep Bahas 9 Raperda, 8 Disepakati Lanjut ke Gubernur
116 Hari Tanpa Jeda, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Terus Menyasar Warga
Pemkab Sumenep Rotasi 55 ASN, Sejumlah Jabatan Strategis di OPD Berganti
JSI Sumenep Siapkan Wartawan Hadapi UKW, Ujian Digelar Oktober 2026
Sumenep Bidik Talenta Sepak Bola Muda Lewat Piala AF Sport U-17
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Dugaan Pencabulan Anak di Ruang Guru SD di Sumenep, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Ratusan Karyawan CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Terima BLT DBHCHT Rp600.000

Rabu, 30 September 2026 - 15:47 WIB

DPRD Sumenep Bahas 9 Raperda, 8 Disepakati Lanjut ke Gubernur

Jumat, 25 September 2026 - 14:45 WIB

Pemkab Sumenep Rotasi 55 ASN, Sejumlah Jabatan Strategis di OPD Berganti

Berita Terbaru