Langkah Besar PP. Darut Thayyibah: Terapkan Metode Al-Miftah Sidogiri

Rabu, 19 Februari 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP | SUMEKAR.ID — Pondok Pesantren Darut Thayyibah yang berlokasi di Legung Timur, Batang-Batang, Sumenep, Jawa Timur, kini resmi menerapkan metode pembelajaran Al-Miftah Sidogiri.

Peresmian ini dilaksanakan pada hari Rabu, bertepatan dengan tanggal 20 Sya’ban 1446 H, dengan dihadiri oleh para pengurus pondok serta tokoh agama setempat.

Metode Al-Miftah Sidogiri merupakan metode cepat membaca kitab kuning yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan santri dalam memahami teks berbahasa Arab.

Metode ini digagas oleh Pondok Pesantren Sidogiri, salah satu pesantren tertua di Indonesia yang terkenal dengan tradisi keilmuan Islam yang kuat.

Acara peresmian ini dipimpin oleh Ustadz Mahmud dan Ustadz Faizin Hidayatullah selaku pelaksana program.

Mereka menyampaikan harapan besar agar metode ini dapat menjadi sarana bagi para santri untuk lebih cepat dan mudah dalam memahami kitab kuning.

Dalam sambutannya, Ustadz Mahmud menegaskan pentingnya penguasaan kitab kuning bagi santri sebagai bekal dalam memahami ajaran Islam secara lebih mendalam.

“Dengan metode Al-Miftah, santri tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memahami isi kitab dengan lebih baik,” ujarnya.

Ustadz Faizin Hidayatullah juga menambahkan bahwa penerapan metode ini di Pondok Pesantren Darut Thayyibah merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di pesantren tersebut.

Ia berharap bahwa program ini akan membawa manfaat besar bagi para santri dalam perjalanan akademik dan spiritual mereka.

Para santri yang hadir dalam acara ini menyambut dengan antusias peresmian metode Al-Miftah di pesantren mereka. Salah satu santri, Ahmad, mengungkapkan kegembiraannya.

“Kami sangat senang bisa belajar dengan metode ini. Kami berharap bisa lebih cepat memahami kitab-kitab yang diajarkan di pesantren.” Pungkasnya.

Selain santri, para wali santri juga menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan metode ini. Mereka berharap anak-anak mereka dapat lebih mudah menguasai ilmu agama dan menjadi generasi yang paham akan ajaran Islam secara mendalam.

Peresmian ini diakhiri dengan doa bersama agar program ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh santri dan pengajar di PP. Darut Thayyibah.

Dengan adanya metode Al-Miftah, diharapkan pesantren ini mampu mencetak generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga peresmian ini menjadi awal yang baik dalam perjalanan ilmu bagi para santri. Aamiin.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Langgar Perda Berulang Kali, Kafe Mr Ball Diminta Aktivis ALARM Ditutup Permanen
Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial
Aksi Mahasiswa UPI Sumenep: KIP Kuliah Dipersoalkan, Kampus Janjikan Kebijakan Beasiswa
Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball
Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku
Songennep FC Dorong Pembinaan Berkelanjutan Lewat Turnamen Futsal 2026
Aktivis Alarm Warning Hiburan Malam, Kapolres Sumenep Sebut Komitmen Lakukan Patroli ke Mr Ball Sumenep
ALARM Ingatkan Bahaya Hiburan Malam, Kapolres Baru Jadi Tumpuan Harapan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:24 WIB

Diduga Langgar Perda Berulang Kali, Kafe Mr Ball Diminta Aktivis ALARM Ditutup Permanen

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:10 WIB

Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:32 WIB

Aksi Mahasiswa UPI Sumenep: KIP Kuliah Dipersoalkan, Kampus Janjikan Kebijakan Beasiswa

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:41 WIB

Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:50 WIB

Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku

Berita Terbaru