SUMENEP NALARPOS.ID – Kejuaraan Pencak Silat IPSI Kabupaten Sumenep 2026 resmi berakhir pada Kamis (25/6/2026) malam di GOR A. Yani Sumenep. Dalam ajang tersebut, atlet Pagar Nusa Kabupaten Sumenep, Shofi Shomadi, berhasil meraih predikat Atlet Terbaik Kelas C Remaja Putra.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah. Pagar Nusa sendiri mengirimkan 26 atlet untuk berlaga di berbagai kategori.
Ketua Pagar Nusa Kabupaten Sumenep, KH Abdul Mu’iz, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih para atlet, khususnya penghargaan Atlet Terbaik yang berhasil dipersembahkan Shofi Shomadi.
“Kami bersyukur atas prestasi yang diraih, khususnya penghargaan Atlet Terbaik yang berhasil dipersembahkan oleh ananda Shofi Shomadi. Ini menjadi kebanggaan bagi Pagar Nusa Sumenep sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet,” ujarnya.
Di balik capaian tersebut, Abdul Mu’iz menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi dalam penyelenggaraan kejuaraan, terutama terkait aspek keselamatan peserta dan kesiapan penanganan medis selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, keselamatan atlet harus menjadi perhatian utama dalam setiap kompetisi agar pesilat yang mengalami cedera dapat segera memperoleh penanganan sesuai standar.
“Keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama. Kami berharap sistem penanganan medis dapat diperkuat sehingga ketika terjadi cedera, atlet memperoleh tindakan yang cepat, tepat, dan sesuai standar,” katanya.
Ia mengungkapkan, beberapa atlet Pagar Nusa mengalami cedera selama mengikuti pertandingan. Cedera yang dialami bervariasi, mulai dari ringan hingga membutuhkan penanganan lanjutan. Bahkan, satu atlet masih menjalani perawatan di RSUD Sumenep.
Abdul Mu’iz berharap hasil kejuaraan tahun ini menjadi bahan evaluasi bersama. Dari sisi internal, Pagar Nusa akan terus meningkatkan pembinaan fisik, stamina, teknik, dan mental atlet agar mampu bersaing pada kompetisi berikutnya.
Sementara itu, penyelenggara diharapkan dapat memperkuat standar keselamatan, layanan medis, serta penerapan regulasi pertandingan sehingga kejuaraan pencak silat tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjamin keamanan seluruh peserta selama bertanding.














