SURABAYA | NALARPOS.ID — Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep melakukan kunjungan ke Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Senin (8/12/2025).
Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat secara langsung keberadaan Migas Corner, sebuah pusat edukasi kemigasan hasil kolaborasi ITS bersama SKK Migas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan para jurnalis terkait dunia kemigasan, baik sektor hulu di darat (onshore) maupun di laut (offshore).
Migas Corner diketahui dirancang sebagai sarana literasi energi yang memperkenalkan teknologi, prosedur, serta dinamika industri migas nasional kepada publik.
Migas Corner ITS merupakan pusat pengetahuan hulu minyak dan gas bumi yang berada di area Perpustakaan ITS. Fasilitas ini memiliki sejumlah sarana edukatif berbasis teknologi digital seperti ruang immersive 3D, simulasi metaverse, dan visualisasi interaktif proses migas.
Fasilitas tersebut terbuka untuk mahasiswa ITS, mahasiswa dari kampus lain, maupun masyarakat umum sebagai media belajar tentang sejarah, eksplorasi, hingga proses produksi migas secara menyeluruh.
Migas Corner menjadi bukti sinergi konkret antara dunia pendidikan dan industri energi nasional dalam rangka memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor migas, terutama di Jawa Timur.
Rombongan JSI tiba di ITS sekitar pukul 13.25 WIB dan disambut langsung oleh perwakilan SKK Migas Jabanusa, Cindy Cintia Kushardini, bersama Yustian Hakiki. Dalam sambutannya, Cindy menyampaikan apresiasi kepada ITS yang telah membuka akses kunjungan bagi para jurnalis.
“Kami berterima kasih kepada ITS yang telah memfasilitasi kunjungan ini. Media perlu memahami langsung kegiatan hulu migas agar bisa menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” ujarnya, Cindy Cintia Kushardini, Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, dalam penyampaian materi.
Cindy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Migas Corner merupakan instrumen penting untuk meningkatkan literasi energi di masyarakat. Pemahaman yang benar, kata dia, perlu dibangun sejak awal agar publik mengetahui perbedaan antara tahapan eksplorasi, eksploitasi, hingga distribusi migas.
“Kami ingin rekan-rekan wartawan memahami bagaimana proses hulu migas bekerja. Masyarakat juga perlu tahu perbedaan antara eksplorasi dan eksploitasi,” jelasnya.
Menurut Cindy, kehadiran Migas Corner bukan hanya sebagai ruang pamer, tetapi sebagai laboratorium informasi yang memperkuat transparansi dan keterbukaan data di sektor energi.
Perwakilan JSI, Igusty Madani, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan SKK Migas dan ITS untuk memperdalam pemahaman terkait industri migas.
Igusty menilai kunjungan tersebut sangat penting bagi para jurnalis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dengan melihat langsung teknologi dan penjelasan teknis di Migas Corner, ia berharap para wartawan semakin memahami perbedaan, tantangan, serta proses panjang dalam industri migas hulu.
“Kami sangat berterima kasih telah difasilitasi untuk mengetahui secara mendalam tentang eksplorasi dan eksploitasi hulu migas. Informasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami agar pemberitaan semakin akurat dan edukatif,” ujarnya.
Igusty juga menegaskan komitmen JSI untuk terus memperkuat kualitas pemberitaan, terutama yang berkaitan dengan sektor energi dan industri strategis nasional.
Ia menambahkan bahwa JSI sebagai asosiasi jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menjadi mitra strategis dalam menyediakan informasi yang kredibel.
“JSI harus menjadi relasi yang menjembatani akses edukasi tentang hulu migas kepada masyarakat, terutama di daerah penghasil,” tambahnya menutup.
Penulis : Fer













