MEDAN | NALARPOS.ID — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pimpinan Pusat Pemuda Tabagsel menyerukan gerakan kolektif untuk memerangi penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Organisasi ini menilai bahwa bahaya narkoba telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda, terutama di lima kabupaten/kota yang tergabung dalam wilayah Tabagsel, yakni Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kota Padang Sidempuan.
Ketua Umum Pemuda Tabagsel, Samsuddin Harahap, bersama Sekretaris Umum H. M. Sulyan Pulungan, M.Pd., dan Bendahara Umum Syaifuddin Lubis, S.E., menyoroti meningkatnya kasus narkoba di kawasan tersebut sebagai tanda bahaya sosial yang harus segera diatasi secara bersama.
Menurut data kepolisian, sepanjang Januari hingga Juli 2025, Polres Tapanuli Selatan telah mengungkap 85 kasus narkotika dengan 112 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi sabu dan ganja dalam jumlah besar, menegaskan bahwa peredaran narkoba telah merambah ke pelosok desa hingga pusat kota.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kini tengah membangun panti rehabilitasi narkoba pertama di kawasan Tabagsel.
Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pemulihan, konseling, dan edukasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, serta wadah pembinaan agar mereka bisa kembali ke masyarakat secara produktif.
Berbagai studi juga menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba kini semakin marak di kalangan remaja dan mahasiswa.
Faktor lingkungan sosial, gaya hidup bebas, tekanan ekonomi, hingga lemahnya kontrol keluarga disebut menjadi pemicu utama meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam lingkaran narkotika.
Lima Komitmen Pemuda Tabagsel Melawan Narkoba
Dalam semangat Sumpah Pemuda, Pemuda Tabagsel menetapkan lima komitmen moral sebagai wujud nyata gerakan kolektif melawan narkoba.
Pertama, menolak dan memerangi segala bentuk penyalahgunaan narkoba dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum.
Kedua, mengajak pemuda, pelajar, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan sosial yang bersih dan bebas narkoba melalui kegiatan edukatif, sosial, serta keagamaan.
Ketiga, menjadi motor kegiatan positif bagi generasi muda, seperti pelatihan kewirausahaan, olahraga, seni, dan kegiatan literasi agar energi pemuda tersalurkan secara produktif.
Keempat, mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum memperkuat aspek rehabilitasi dan penindakan terhadap jaringan pengedar, agar langkah pemberantasan berjalan seimbang antara hukum dan kemanusiaan.
Kelima, menjadikan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai semangat moral untuk menjaga integritas, persatuan, dan tanggung jawab generasi penerus bangsa.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pemuda Tabagsel akan menggelar roadshow penyuluhan anti-narkoba ke berbagai sekolah dan kampus di lima daerah Tabagsel.
Kegiatan ini akan melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, BNN, lembaga pendidikan, serta organisasi sosial.
Tujuannya memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pencegahan yang menyentuh aspek edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan pemuda.
Selain penyuluhan, organisasi ini juga menjajaki kerja sama dengan dunia usaha dan sektor industri. Upaya ini ditujukan untuk membuka lapangan kerja dan ruang produktif bagi generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba akibat pengangguran dan tekanan ekonomi.
“Pencegahan narkoba tidak cukup dengan sosialisasi saja. Harus ada upaya nyata memberikan peluang kerja dan kegiatan positif agar anak muda punya arah hidup yang jelas,” ujar Sulyan Pulungan, Sekretaris Umum Pemuda Tabagsel.
Sementara itu, Bendahara Umum Syaifuddin Lubis menambahkan, pentingnya peran tokoh masyarakat, ulama, dan lembaga pendidikan dalam memberikan teladan moral kepada generasi muda.
“Gerakan ini harus melibatkan semua pihak, karena narkoba tidak mengenal status sosial,” tegasnya.
Ketua Umum Samsuddin Harahap menegaskan, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam tindakan konkret untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Pemuda adalah benteng terakhir bangsa. Jika generasi muda rusak karena narkoba, maka masa depan bangsa pun terancam. Mari kita jaga Tabagsel, jaga keluarga, dan jaga diri agar semangat Sumpah Pemuda hidup dalam tindakan,” ujarnya.
Dengan tekad kuat dan kolaborasi lintas sektor, Pemuda Tabagsel berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Tabagsel Bersih Narkoba. Gerakan ini diharapkan dapat memastikan generasi muda tumbuh sebagai penerus bangsa yang sehat, produktif, dan berintegritas.
“Momentum Sumpah Pemuda bukan hanya tentang mengingat sejarah, tapi menghidupkan kembali semangat persatuan dan tanggung jawab sosial di tengah ancaman nyata seperti narkoba,” pungkas Samsuddin.
Penulis : IHB













