Hari Kedua Imunisasi Massal, 11.190 Anak di Sumenep Sudah Divaksin Campak

Rabu, 10 September 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kantor Dinkes P2KB Sumenep

Foto. Kantor Dinkes P2KB Sumenep

SUMENEP | NALARPOS.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Sumenep mencatat sebanyak 11.190 anak atau 15,1 persen dari total sasaran 73.969 anak telah mendapatkan imunisasi campak hingga hari kedua pelaksanaan imunisasi massal.

“Data ini sesuai laporan dari 26 puskesmas, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, yang kami terima malam ini,” ujar Kepala DKPP-KB Sumenep, Ellya Fardasah, Selasa (10/9/2025) malam.

Ellya merinci capaian imunisasi tersebut meliputi beberapa kelompok usia. Untuk anak usia 9–12 bulan, sebanyak 168 anak atau 4,9 persen dari target 3.404 anak telah divaksin. Usia 12–47 bulan tercatat 1.283 anak atau 4,1 persen dari sasaran 31.237 anak.

Sementara itu, pada kelompok usia 4–6 tahun tercapai 5.252 anak atau 20 persen dari target 26.308 anak. Sedangkan kelompok usia tujuh tahun mencatat 4.487 anak atau 35,5 persen dari total 13.020 sasaran.

Ellya menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh elemen, termasuk tenaga kesehatan, sekolah, serta masyarakat. Ia juga meminta dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapat imunisasi sesuai jadwal.

“Salah satu langkah penting memutus rantai penularan campak adalah melalui imunisasi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Meski demikian, di lapangan masih ada sebagian orang tua yang enggan mengizinkan anaknya disuntik vaksin campak.

Pihaknya optimistis dengan sosialisasi dan dukungan lintas sektor, pelaksanaan imunisasi massal di Sumenep akan mencapai target yang diharapkan.

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Sumenep, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.035 kasus positif campak, dengan jumlah penderita meninggal dunia sebanyak 17 orang.

Data ini menjadi dasar utama digelarnya imunisasi massal guna menekan angka penularan sekaligus melindungi anak-anak dari risiko kematian akibat campak.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Langgar Perda Berulang Kali, Kafe Mr Ball Diminta Aktivis ALARM Ditutup Permanen
Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial
Aksi Mahasiswa UPI Sumenep: KIP Kuliah Dipersoalkan, Kampus Janjikan Kebijakan Beasiswa
Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball
Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku
Songennep FC Dorong Pembinaan Berkelanjutan Lewat Turnamen Futsal 2026
Aktivis Alarm Warning Hiburan Malam, Kapolres Sumenep Sebut Komitmen Lakukan Patroli ke Mr Ball Sumenep
ALARM Ingatkan Bahaya Hiburan Malam, Kapolres Baru Jadi Tumpuan Harapan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:24 WIB

Diduga Langgar Perda Berulang Kali, Kafe Mr Ball Diminta Aktivis ALARM Ditutup Permanen

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:10 WIB

Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:32 WIB

Aksi Mahasiswa UPI Sumenep: KIP Kuliah Dipersoalkan, Kampus Janjikan Kebijakan Beasiswa

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:41 WIB

Aktivis ALARM Pertanyakan Logika Polres Sumenep soal Dugaan Miras di Mr Ball

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:50 WIB

Kasus Dugaan Pembunuhan Gegerkan Lenteng, Polisi Masih Kejar Pelaku

Berita Terbaru