Kembali Masuk KEN 2026, Festival Tong-Tong Sumenep Bidik Dampak Ekonomi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, NALARPOS.ID – Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026 resmi dibuka di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam. Festival tahunan ini kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program unggulan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan daya tarik wisata berbasis budaya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap penyelenggaraan festival tersebut tidak hanya menjaga kelestarian seni tradisional Madura, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, terpilihnya kembali Festival Musik Tong-Tong dalam KEN merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah, seniman, dan masyarakat dalam mempertahankan kesenian tradisional.

Pada 2026, festival tersebut tercatat untuk kedua kalinya masuk dalam kalender event unggulan Kementerian Pariwisata.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak, khususnya para seniman dan pelaku budaya di Sumenep yang terus berkomitmen melestarikan kesenian daerah. Terima kasih juga kepada Kementerian Pariwisata RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep,” ujar Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu berharap Festival Musik Tong-Tong kembali terpilih dalam kalender KEN pada 2027. Dengan begitu, promosi budaya dan pariwisata Sumenep diharapkan dapat terus berkembang.

Menurut dia, Festival Musik Tong-Tong bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Madura yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjadikan festival tersebut sebagai salah satu daya tarik wisata yang mampu menjangkau pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Cak Fauzi juga mengajak masyarakat untuk turut menyukseskan festival sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

“Mari kita bersama-sama menyaksikan dan menyukseskan Festival Musik Tong-Tong ini. Semoga kegiatan ini terus berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat Madura, sekaligus membawa manfaat bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian daerah,” katanya.

Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan potensi budaya daerah melalui Festival Musik Tong-Tong.

Menurut Eni, festival tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi seniman untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

“Atas nama Kementerian Pariwisata, kami merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Disbudporapar, yang terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata melalui kegiatan berbasis budaya,” ujarnya.

Eni menjelaskan, Karisma Event Nusantara merupakan program unggulan Kementerian Pariwisata yang telah berjalan selama enam tahun. Program ini mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan daerah yang memiliki daya tarik wisata, kekuatan budaya, dan potensi ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan seniman, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta pemangku kepentingan pariwisata dalam mengembangkan kegiatan berbasis budaya.

“Festival seperti ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mendorong keterlibatan UMKM dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Eni.

Ia menambahkan, pengembangan acara berbasis budaya menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia di tengah persaingan pariwisata global.

Dalam sambutannya, Eni juga menyebut target kunjungan 17,6 juta wisatawan mancanegara. Festival Musik Tong-Tong diharapkan turut mendukung promosi pariwisata Indonesia untuk mencapai target tersebut.

Pembukaan festival dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya perwakilan Kementerian Pariwisata RI, anggota DPD RI, perwakilan kerajaan dan keraton, kepala dinas kebudayaan dan pariwisata se-Jawa Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, anggota DPRD, serta sesepuh Keraton Sumenep.

Dengan kembali masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam KEN, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kesenian tradisional Madura semakin dikenal luas. Pemerintah juga berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Anggota JSI Lulus UKW Unitomo, Seluruh Wartawan Dinyatakan Kompeten
29 dari 30 Peserta UKW Unitomo Surabaya Dinyatakan Kompeten
Polisi Ungkap Kasus Sabu di Saronggi Sumenep, Dua Pria Diamankan
FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Komunikasi Krisis
Diduga Aniaya Istri dan Ancam Bunuh Anak, Pria di Sumenep Diamankan Polisi
Diikuti 119 Pelajar, Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep Dorong Kompetensi Siswa SMA/MA
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Plt Direktur RSUD Sumenep Erliyati Dianugerahi Brevet Kehormatan oleh TNI AL
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:26 WIB

Kembali Masuk KEN 2026, Festival Tong-Tong Sumenep Bidik Dampak Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Enam Anggota JSI Lulus UKW Unitomo, Seluruh Wartawan Dinyatakan Kompeten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:31 WIB

29 dari 30 Peserta UKW Unitomo Surabaya Dinyatakan Kompeten

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polisi Ungkap Kasus Sabu di Saronggi Sumenep, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS, Mahasiswa Dibekali Strategi Komunikasi Krisis

Berita Terbaru