SURABAYA, NALARPOS.ID – Sebanyak 29 dari 30 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Dewan Pers bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya dinyatakan kompeten. Hasil ini menjadi salah satu indikator capaian peserta dalam memenuhi standar kompetensi profesi wartawan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam penutupan UKW di Excotel Design Hotel Surabaya, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, itu diikuti wartawan dari jenjang Muda, Madya, dan Utama.
Perwakilan Dewan Pers, Abdul Manan, mengapresiasi Unitomo Surabaya yang telah menyelenggarakan UKW sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan.
“Mewakili Dewan Pers, saya menyampaikan terima kasih kepada Unitomo atas penyelenggaraan UKW ini,” ujar Manan dalam sambutan penutupan.
Dia menyebutkan, dari total 30 peserta yang mengikuti pengujian melalui LUKW Unitomo Surabaya, sebanyak 29 wartawan dinyatakan kompeten setelah menjalani seluruh tahapan penilaian.
“Untuk peserta UKW melalui LUKW Unitomo, sebanyak 29 wartawan dinyatakan kompeten,” katanya.
Sementara itu, perwakilan penguji UKW Unitomo, Tomy Cahyo Gutomo, mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil memenuhi standar kompetensi. Dia juga mengapresiasi kesungguhan peserta selama mengikuti rangkaian pengujian.
“Selamat kepada 29 wartawan yang telah dinyatakan kompeten. Kalian luar biasa dan telah menunjukkan kesungguhan selama mengikuti UKW yang berlangsung selama dua hari,” tutur Tomy, yang juga menjabat Direktur Harian Disway.
Menurut Tomy, predikat kompeten tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari proses belajar seorang wartawan. Sebaliknya, hasil UKW perlu menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan dan menerapkan standar jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari.
Dia menegaskan, kompetensi wartawan tidak hanya tercermin dari keberhasilan melewati ujian. Wartawan juga dituntut menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Di tengah perkembangan industri media, Tomy turut menyoroti pentingnya inovasi digital untuk mendukung kemajuan dunia jurnalistik, termasuk dalam penyelenggaraan pengujian kompetensi wartawan.
Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan penguasaan keterampilan jurnalistik, pemahaman kode etik, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui UKW tersebut, dia berharap para peserta semakin siap menghadapi tantangan industri media yang terus berubah. Wartawan juga diharapkan konsisten menjaga kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.















