Kebijakan Batik Sumenep Diprotes, Mahasiswa Tuntut Audit Terbuka

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DKPP Sumenep

Foto. Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DKPP Sumenep

SUMENEP | NALARPOS.IDPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Sumenep, Selasa (10/2/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut transparansi kebijakan terkait pengembangan batik daerah yang dinilai menyisakan sejumlah kejanggalan.
Aksi berlangsung cukup dinamis.

Koordinator Gempar, Moh Asmuni, dalam orasinya menyoroti kebijakan dan pola sosialisasi yang dilakukan Diskop UKM Perindag. Ia menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya berpihak kepada perajin batik lokal sebagai produsen utama.

Menurutnya, batik Sumenep selama ini tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi kreatif masyarakat.

“Sosialisasi UMKM yang disebut telah selesai, namun di lapangan dinilai belum memberikan dampak nyata bagi perajin. Hal ini perlu mendapat penjelasan secara terbuka kepada publik,” ujar Asmuni.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2025 yang dinilai berpotensi menggeser nilai historis dan identitas batik khas Sumenep.

Mereka mempertanyakan kemungkinan masuknya produk tekstil umum yang dianggap dapat mengaburkan ciri khas batik daerah.

Gempar juga menyampaikan dugaan adanya ketidakterbukaan dalam proses pengadaan dan distribusi batik. Mahasiswa menduga terdapat kemungkinan keterlibatan pihak luar yang justru berpotensi mengurangi ruang bagi perajin lokal.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga meminta data pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi. Namun, menurut mereka, dinas meminta pengajuan permohonan secara administratif terlebih dahulu.

Mahasiswa menilai keterbukaan informasi penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap program pengembangan UMKM di daerah.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep, Romli, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan sesuai prosedur serta melibatkan perwakilan pelaku UMKM.

“Kami telah melaksanakan sosialisasi sesuai mekanisme yang berlaku dan melibatkan perwakilan UMKM. Data peserta kegiatan juga tersedia di masing-masing bidang,” ujarnya.

Meski demikian, mahasiswa tetap mendesak adanya audit terbuka, transparansi data penerima manfaat program, serta penjelasan resmi terkait produk batik yang dipromosikan sebagai bagian dari identitas daerah.

Aksi tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa mahasiswa akan kembali melakukan mobilisasi massa apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons secara terbuka dari pihak terkait.

Facebook Comments Box

Penulis : Fer

Follow WhatsApp Channel nalarpos.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Produktivitas Petani, DKPP Sumenep Siapkan Anggaran Bibit Miliaran
Momentum HPN 2026, Bappeda Sumenep Apresiasi Peran Strategis Pers Lokal
Swiss-Belinn Manyar Luncurkan Iftar Buffet Mediterania dengan Promo Menarik
DKPP Gelar Ubinan Jagung di Lenteng, Produktivitas Capai 9,58 Ton per Hektare
Ratusan Rumah Rusak, Pemkab Sumenep Sigap Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung
GEN Sumenep Gelar sonGENnep Futsal Series 2026, Siapkan Atlet Menuju Liga Nasional
Diduga Langgar Perda Berulang Kali, Kafe Mr Ball Diminta Aktivis ALARM Ditutup Permanen
Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Hampir Rampung, JSI Buktikan Jurnalisme Bernilai Sosial
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:39 WIB

Kebijakan Batik Sumenep Diprotes, Mahasiswa Tuntut Audit Terbuka

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:52 WIB

Perkuat Produktivitas Petani, DKPP Sumenep Siapkan Anggaran Bibit Miliaran

Senin, 9 Februari 2026 - 10:13 WIB

Momentum HPN 2026, Bappeda Sumenep Apresiasi Peran Strategis Pers Lokal

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:54 WIB

Swiss-Belinn Manyar Luncurkan Iftar Buffet Mediterania dengan Promo Menarik

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:56 WIB

DKPP Gelar Ubinan Jagung di Lenteng, Produktivitas Capai 9,58 Ton per Hektare

Berita Terbaru