SUMENEP | NALARPOS.ID — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali mengalokasikan anggaran cukup besar untuk mendukung sektor pertanian.
Pada tahun 2026, DKPP Sumenep menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk pengadaan bibit tanaman, khususnya tembakau.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa pengadaan bibit tembakau memang menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan kepada para petani.
“Tahun ini juga disediakan anggaran khusus untuk program tersebut. Anggarannya memang lumayan besar,” ujar Chainur Rasyid.
Pejabat yang akrab disapa Inong itu mengungkapkan, pihaknya masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait detail peruntukan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar tersebut.
Pasalnya, program bantuan tembakau biasanya tidak hanya mencakup benih, melainkan juga kebutuhan pendukung lainnya.
“Nanti saya kroscek dulu peruntukannya untuk apa saja, saya tidak hafal,” jelasnya.
Menurut Inong, bantuan bibit tersebut tidak akan disalurkan kepada petani secara perorangan, melainkan melalui kelompok tani (poktan).
Penyaluran melalui poktan dinilai lebih efektif dalam pengawasan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Meski demikian, DKPP Sumenep hingga saat ini masih belum memetakan kelompok tani mana saja yang akan menerima bantuan tersebut.
“Saya juga belum tahu kelompok mana saja yang akan dapat bantuan. Yang pasti wajib diserahkan ke poktan,” tegasnya.
Program bantuan bibit ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, khususnya komoditas tembakau yang menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Fer













